Ekstrak Bunga Rosella sebagai Pengganti Pewarna Rhodamin-B

Oleh Irna Novilla, Mahasiswi Teknologi Pangan Unpad

Bunga Rosella

MARAKNYA kasus penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya sudah sangat meresahkan masyarakat, misalnya saja pewarna. Kini masyarakat harus sangat berhati-hati dan memperhatikan ciri-ciri makanan yang mengandung pewarna alami dan pewarna buatan atau sintetis.

Pewarna merupakan bahan tambahan pangan yang sering ditambahkan ke dalam makanan untuk meningkatkan daya tarikdariprodukmakanantersebut.Zatpewarnaalamidapatdihasilkandaritanaman, warna hijau didapatkan dari klorofil dedaunan hijau, warna  oranye didapatkan dari zat karotenoid yang terdapat pada wortel.Pig mendari pewarna alami yang dihasilkan tidak mencolok seperti pewarna sintetis.

Sehingga banyak produsen sering menggunakan pewarna sintetis pada makanan yang diproduksi karena harga yang lebih murah dibandingkanpewarna alami. Pewarna sintetis yang sering ditemukan dalam makanan adalah rhodamin-b.

Rhodamin-b merupakan zat pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal tidak berbau yang dapat memberikan warnamerah jika dilarutkan. Zat ini biasa digunakan padaindustri tekstil dan kertas, kosmetik, produk pembersih mulut dan sabun.

Adanya produsen yang masih menggunakan pewarna tersebut mungkin dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai bahaya yang ditimbulkan dari pewarna yang digunakan. Rhodamin-b sering disalahgunakan pada pembuatan agar-agar, kembang gula/arumanis, sirup, minuman, kerupuk, cabe merah giling dan lain-lain.

Warna cerah dan mengkilap yang dihasilkan dapat menarik perhatian para konsumen terutama anak-anak tanpa memperhatikan efek yang ditimbulkan. Penggunaan zat pewarna alami maupun buatan sebagai bahan tambahan makanan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 722/Menkes/Per/VI/88 mengenai Bahan TambahMakanan. Sedangkan zat warna yang dilarang digunakan dalampangan tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 239/Menkes/Per/V/85 mengenai Zat Warna.

Menurut WHO, penggunaan rhodamin-b dalam pangan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena sifat kimia dan kandungan logam beratnya. Rhodamin B mengandungsenyawaklorin (Cl).Senyawainidapatmerusakkestabilandalamtubuhsehinggabersifatracunbagitubuh.Selainitu, rhodamin-b memiliki senyawa pengalkilasi yang bersifatradikal dan karsinogen (penyebabkanker).

Dalam menanggapi 6 kasus tersebut diperlukan alternative yang umumnya lebih alami, yang dimanfaatkan sebagai zat g pewarna alami. Salah satu diantaranya adalah Bunga Rosella.Tanaman Rosella (Hibiscus sabdariffaL.) merupakantumbuhanperduatausemak yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis, sertabanyak dibudidayakan di Indonesia. Bunga Rosella merupakan salah satu bagian dari tanaman Rosella (Hibiscus sabdariffaL.) yang memiliki kelopak bunga berwarna merah, ungu dan hijau.

Pigmen yang terkandung dalam bunga rosella diidentifikasi sebagai antosianin, yaitu cyanidine-3- glukosida dan  delphidine-3-glukosa dapat digunakan sebagai sumber bahan pewarna alamipada produk pangan. Zat warna antosianin dapat diperoleh dengan teknik ekstraksi.

SEAFAST Center IPB merilis sebuah jurnal yang menyatakan bahwa kandungan antosianin pada bunga rosella cukup banyak digunakan sebagai pewarna alami. Hal itu, dibuktikan juga bahwa mewarnai sel-sel darah, lebih kuat diwarnai oleh warna ungu-merah dari tumbuhan yang mengandung antosianin. Aktivitas antioksidan pada ekstrak rosella terutama dipengaruhi oleh adanya antosianin dari rosella.

Kelopak rosella mengandung senyawa antioksidan seperti asamaskorbat, antosianin dan polifenol.  Sehingga ekstrak bunga rosella dapat dijadikan sebagai pengganti pewarna sintetisrhodamin-b dalam berbagai industri makanan dan minuman. Bunga Rosella memiliki manfaat lain yaitu sebagai penurun kadar gula darah, anti bakteri, anti virus, dapat menghambat tumbuhnya kanker, asam urat, kolesterol, hipertensi dan mampu menurunkan berat badan.

Rosella sudah dikenal banyak masyarakat sebagai tanaman yang banyak memiliki khasiat tetapi tidak banyak dari masyarakat yang mengkonsumsi rosella tersebut. Sebagai konsumen, dalam memilih dan mengkonsumsi makanan apapun harus cermat, namun sebaliknya jangan pula begitu khawatir sampai merasa takut secara berlebihan. Masih banyak pedagang yang jujur dan mempertanggungjawabkan produk dagangnya. (*)