Emas Pertama Dewi di Surabaya

Jawa Timur Open 2019

DEWI-ATLET-PETEMBAK-ASAL-CIREBON
FOKUS: Dewi Laila Mubarokah (kanan) dan Fathur Gustafian (kiri) fokus membidik sasaran dalam kejuaraan Jawa Timur Open 2019, akhir pekan lalu. PERBAKIN FOR RADAR CIREBON

CIREBON – Dewi Laila Mubarokah kembali ke jalur kemenangan di level nasional. Petembak putri Kabupaten Cirebon itu merebut medali emas nomor double mix air rifle match di Jawa Timur Open 2019, akhir pekan lalu. Di kejuaraan tersebut, Dewi dipasangkan dengan Fathur Gustafian di bawah bendera Kartika Shooting Club.

Dewi dan Fathur mengoleksi total 823,8 poin di babak final. Fathur menyumbangkan 414,0 poin, sementara Dewi meraih 409,8 poin. Pasangan petembak Kartika Shooting Club lainnya, Vidya Rafika dan Septian Bagus, meraih medali perak setelah berhasil mengumpulkan 823,1 poin.

Sementara pasangan asal Kalimantan Selatan (Kalsel), Aulia Noor Maulida dan Hanas Akbarullah menempati peringkat ketiga dan berhak atas medali perunggu setelah mengumpulkan total, 816,5 poin. Dewi/Fathur dan Vidya/Septian merupakan dua pasangan andalan TNI Angkatan Darat.

Kedua pasangan ini menjalani pemusatan latihan di Markas Divisi Infantri I Kostrad, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Dewi dan Fathur  juga andalan Jawa Barat untuk saat ini. Bagi Dewi sendiri, gelar juara pertama pada perhelatan di Surabaya ini menandai kebangkitannya. Sebelumnya, prestasi Dewi menurun.

Bahkan, salah satu petembak terbaik Kabupaten Cirebon ini gagal mempertahankan medali emas pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018 di Kabupaten Bogor. “Rasanya senang sekali dan bangga bisa merebut kembali gelar juara pertama di kejuaraan tingkat nasional,” kata Dewi kepada Radar Cirebon via telepon dari Surabaya, kemarin.

Dewi mengakui, prestasinya sempat down. Karena itu, dia berusaha memaksimalkan program latihan yang dijalani di Cilodong. Dewi mengungkapkan, sebagai anggota Korps TNI Angakatan Darat, dia lebih sering berlatih menembak ketimbang melakukan tugas kedinasannya belakangan ini.

“Bagi saya, lebih baik merasakan capek dan letih saat latihan. Dan hasilnya memang sangat memuaskan. Alhamdulillah, masih diberikan lagi kesempatan oleh Allah untuk merasakan gelar juara,” tambah dara kelahiran Makassar, 25 Februari 1999.

Setelah ini, Dewi masih harus menjalani dua pertandingan di Surabaya. Dewi tampil juga di nomor perorangan putri dan beregu putri. Namun demikian, dia enggan terbebani. Dia mengaku tidak punya target yang muluk.

“Aku sendiri nggak target harus emas. Yang penting saya fokus ke teknik menembak yang baik. Saya akan berusaha untuk hasil terbaik,” pungkasnya. (ttr)