Fact Check: Jokowi Sebut Caleg Eks Koruptor Terbanyak di Gerindra, Benarkah?

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyentil rivalnya Capres 02 Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra yang meloloskan calon anggota legislatif mantan terpidana kasus korupsi.Jokowi mengutip data Indonesian Corruption Watch (ICW) yang menyebutkan Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo ternyata meloloskan paling banyak caleg mantan koruptor.”Setahu saya, kalau caleg itu yang tanda tangan Pak Prabowo (ketua umum), bagaimana Bapak menjelaskan ini?” kata Jokowi dalam sesi tanya jawab debat capres putaran pertama, Kamis, 17 Januari 2018.
 
Cek Fakta
Caleg dari Partai Golkar merupakan caleg terbanyak yang merupakan mantan koruptor.

Dalam ajang debat calon presiden dan calon wakil presiden 2019, calon presiden nomor urut 01 Jokowi melontarkan pernyataan ke pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto bahwa sebanyak enam calon legislatif (caleg) dari partai Gerindra mempunyai rekam jejak sebagai mantan narapidana korupsi.

Baca: Cek Data Berapa Mantan Koruptor Menjadi Caleg Gerindra

“Saya tidak menuduh partai korupsi atau tidak. Tapi (caleg) ini mantan napi korupsi yang sudah dihukum. Yang tandatangan kan ketua umum dan sekjen partai,” ujar Jokowi.

Prabowo menjawab bahwa pencalonan anggota legislatif tersebut merupakan bagian dari demokrasi. Menurut dia, kalau rakyat tidak mau memilih, maka jangan dipilih. Yang jelas, Prabowo menekankan bahwa yang bersangkutan sudah melalui proses hukum. “Kalau hukum mengizinkan dan rakyat menghendaki dia (silakan dipilih).”

Berdasarkan data yang dihimpun Indonesia Corruption Watch (ICW) memang terdapat 6 caleg eks napi koruptor yang berasal dari partai Gerindra. Namun ini bukan merupakan yang terbanyak, jumlah terbanyak berada di Partai Golkar dengan 8 caleg eks koruptor. Selanjutnya partai Hanura dengan 6 caleg, Demokrat dan PAN masing-masing 4 caleg. (*)