Fact Check: Saat Kuliah Umum Rhenald Kasali Diusir di IPB, Ini Faktanya

Rhenald Kasali berfoto bersama mahasiswa Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) usai memberikan kuliah umum bertajuk Leadership in The Disruptive Era, Minggu 27 Januari 2019. Foto: Dokumentasi IPB

Hoax berita Rhenald Kasali diusir saat memberikan Kuliah Umum di Institut Pertanian Bogor Minggu (27/1/2019) dibantah oleh Rektor ITB Arif Satria  dan juga Presiden Mahasiswa IPB Nurdiansyah (Dadan) yang mengiterupsi kuliah  Rhenald Kasali bertajuk Leadership in The Disruptive Era tersebut.

Rektor IPB Dr. Aris Satria dalam pernyataan resminya menegaskan tidak ada pengusiran Rhenald Kasali dalam kuliah umum tersebut. Menurut dia, yang ada adalah satu peserta keluar meninggalkan  kuliah umum yang digelar di gedung Grha Widya Wisuda (GWW) tersebut.

“Setahu saya yang keluar hanya satu orang dan pak Rhenald meneruskan presentasi tentang leadership hingga akhir,” ujarnya dalam keterangan resminya yang diterima Bisnis, Kamis (31/1/2019).

Dia menambahkan Rhenald Kasali diundang  memberikan kuliah umum dengan harapan dapat memberikan wawasan tentang era disrupsi yang disertai fakta kepada para mahasiswa, mengingat Rhenald Kasali termasuk salah satu tokoh yang lantang berbicara seputar era disrupsi.

“Saya minta maaf bukan masalah tidak  selektif memilih pembicara tapi mohon maaf sekiranya inisiatif saya mengundang pak Rhenald, ada yg kurang berkenan di kalangan sebagian peserta. Tapi niat saya mengundang beliau adalah utk menginspirasi mahasiswa karena buku-buku beliau yang sangat inspiratif,” lanjut Arif Satria.

Reportase Kampus Institut Pertanian Bogor (korpusipb.com) bertajuk Rhenald Kasali Diundang Secara Informal, Rektor IPB: “Saya Mohon Maaf, edisi  Selasa  (28/1/2019) menuturkan Presiden Mahasiswa IPB Nurdiansyah (Dadan) menilai terjadi miskomunikasi mengenai term of feference (TOR) materi kuliah Rhenald Kasali bertajuk Leadership in The Disruptive Eratersebut.

Menurut Dadan, Rhenald Kasali secara pribadi tidak menerima TOR. “Pak Rhenald tidak diberikan TOR dan materi seperti slide tidak sempat difilter,” ujar Dadan. Dia menambahkan TOR merupakan instrumen yang berfungsi untuk membatasi lingkup pembicaraan pemateri dengan memberikan poin-poin relevan yang perlu disampaikan.

Dadan waktu itu menilai materi yang disampaikan oleh Rhenald Kasali telah menyimpang dari topik utama dan mengindikasikan adanya upaya penjurusan persepsi ke salah satu kubu calon presiden. Hal ini terkait dengan ketatnya kontestasi kampanye kedua kubu calon presiden menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bulan April mendatang.

Rhenald Kasali lantas menjeda sejenak dan melanjutkan materinya setelah Dadan selesai menginterupsi. Interupsi tersebut diakhiri dengan riuh tepuk tangan dari para mahasiswa.

“Kami lihat tidak ada upaya-upaya reaktif untuk menghentikan pembicaraan mengenai bahasan-bahasan (yang menjurus) tersebut. Saya sendiri terlihat reaktif karena sebenarnya saya sudah membendung dari slide ke berapa itu, dan ketika muncul slide yang berisi Ratna Sarumpaet dan pegawai-pegawai negeri yang lebih menjurus, saya akhirnya memutuskan untuk maju ke depan,” ungkapnya.

Rhenald Kasali merasa tidak bersalah menampilkan slide demi slide presentasi, karena memang tidak mendapatkan TOR dari panitia.

Namun, miskomunikasi kecil itu terlanjur menjadi viral, sehingga yang mencuat justru menjadi rumor bahwa kuliah umum Rhenald Kasali disoraki mahasiswa IPB. Bahkan kasus itu diangkat menjadi berita oleh TV One.

Yang lebih sadis lagi ada yang meyebarkan hoax bahwa Rhenald Kasali diusir oleh mahasiswa IPB saat memberikan kuliah.

Padahal, faktanya kuliah umum Rhenald Kasali bertajuk Leadership in The Disruptive Era pada Minggu (27/1/2019) berakhir mulus, kendati sempat diinterupsi oleh Presiden Mahasiswa IPB Deden.

Ternyata itu hanya miskomunikasi karena tidak adanya TOR. Namun kuliah umum diakhiri dengan foto bersama antar Rhenald Kasali dengan mahasiswa peserta kuliah umum. (*)