Fear: Trump in the White House: Bob Woodward Sebut Trump Terperosok dalam “Gangguan Saraf”

Karakternya emosional, tidak dapat diduga, cenderung masa bodoh, dan semua kasat mata dalam setiap kebijakannya. Buku ini mengungkapkan detail kehidupan mengerikan di dalam Gedung Putih, yang belum pernah terjadi sebelumnya, keputusan militer yang diumumkan melalui twitter, kebijakan luar negeri Korea Utara dan Afghanistan yang memicu perang, reformasi pajak, aturan perdagangan dan penentuan tarif yang mempengaruhi ekonomi global.

Jurnalis Amerika Serikat  yang terkenal membongkar skandal Watergate pada dekade 70-an, menulis “Fear: Trump in the White House”. Karya wartawan investigatif Bob Woodward ini, berisi pandangan tajam mengenai 20 bulan masa kepresidenan Trump yang kacau.

Dalam buku itu Woodward menggambarkan para staf dan menteri yang mengatakan Trump seperti anak sekolah kelas lima atau enam.

Woodward mengatakan Gedung Putih di bawah Presiden Donald Trump terperosok dalam “gangguan saraf” yang terus-menerus.

Para staf berusaha mengendalikan seorang pemimpin yang memiliki amarah dan sikap paranoid yang bisa melumpuhkan operasional Gedung Putih selama berhari-hari.

Dalam bukunya berjudul “Fear: Trump in the White House,” Woodward mengklaim kalau kepala staf Gedung Putih secara pribadi menyebut presiden itu “idiot.”

Para pembantunya kadang-kadang menarik dokumen sensitif dari meja Trump, dengan harapan agar dia tidak melakukan tindakan terburu-buru.

Rincian dari buku itu diterbitkan oleh The Washington Post, Selasa (4/9/2018). Buku ini merupakan refleksi 18 bulan pertama pemerintahan Trump di Gedung Putih.

Seperti ‘murid kelas lima atau enam’

Dalam buku tersebut, Kepala Staf John Kelly dikutip meragukan kemampuan mental Trump. Dalam satu pertemuan dia mengatakan “Kami berada di Kota Gila.”

Menteri Pertahanan Jim Mattis juga  dikutip ketika menjelaskan kepada Trump mengapa AS mempertahankan tentaranya di semenanjung Korea untuk memantau kegiatan rudal Korea Utara. “Kami melakukan ini untuk mencegah Perang Dunia III,” kata Mattis.

Woodward menulis bahwa Mattis mengatakan “rekan-rekat dekat berpendapat kalau presiden bertindak dan memiliki pemikiran seperti anak ‘kelas lima atau enam.”

Lebih lanjut Woodward pun mengutip komentar terkenal mantan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson bahwa Trump itu “tolol. ” Tillerson dipecat lewat cuitan di Twitter tidak lama setelah komentar itu.

Sementara Gary Cohn, mantan direktur Dewan Ekonomi Nasional, mengatakan dengan bangga kalau dia telah mengeluarkan dokumen dari meja Trump supaya tidak ditandatangani, salah satu dokumen itu termasuk upaya presiden untuk mundur dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara.

Gedung Putih dibuat gelisah

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders menepis rincian menjelang peluncuran buku itu ketika ditanya dalam jumpa pers hari Selasa.

“Buku ini tidak lebih dari cerita yang dibuat-buat, banyak oleh mantan karyawan yang tidak puas, yang diminta untuk membuat presiden terlihat buruk,” kata Sanders.

Publikasi buku Woodward telah diantisipasi selama berminggu-minggu, dan pejabat Gedung Putih yang masih aktif dan tidak memperkirakan bahwa hampir semua kolega mereka bekerja sama dengan jurnalis terkenal itu.

Menurut sebuah laporan, peluncuran buku Woodward telah membuat Gedung Putih gelisah selama berminggu-minggu.

Woodward dan rekannya, Carl Bernstein, menjatuhkan kepresidenan Richard Nixon dengan mengungkap skandal Watergate.

Selain tentang Trump Woodward juga menulis buku tentang mantan presiden Barack Obama, George W. Bush, dan Bill Clinton.

Trump tidak berbicara dengan Woodward hingga naskah buku itu selesai. The Washington Post juga merilis rekaman percakapan Trump dan Woodward yang membahas secara panjang lebar tentang kegagalan untuk mengatur wawancara.

Buku ini dirilis setelah mantan kontestan reality show “Apprentice” Omarosa Manigault Newman menerbitkan sebuah paparan terkait masa kerjanya di West Wing.

Namun, Trump mengritik buku tersebut sebelum peluncurannya, dan menyebutnya sebagai “lelucon” dan serangan lain terhadapnya.

Buku itu telah masuk ke peringkat 1 daftar buku terlaris di situs Amazon, tetapi Trump pada akun Twitternya mengatakan bahwa Woodward menggunakan “sumber-sumber anonim dan tak dikenal yang sekarang menyangkalnya. Banyak yang telah tampil mengatakan bahwa kutipan-kutipan pernyataan mereka, seperti halnya buku itu, adalah fiktif. Demokrat tidak sanggup menerima kekalahan. Saya akan menulis buku yang sebenarnya!”

Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders menuduh Woodward “sangat ceroboh” memeriksa fakta dalam menulis buku itu (*)