FKDT Komitmen Wujudkan Visi Remaja, Dorong Kenaikan Dana Hibah BOPD

DUKUNG VISI REMAJA: Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi dan Sesepuh H Yance bersama jajaran pengurus DPC FKDT Kabupaten Indramayu saat menghadiri sosialisasi manajemen pengelolaan pendidikan diniyah takmiliyah Kabupaten Indramayu di Desa Sukra Wetan Kecamatan Sukra, Selasa (12/3). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU
DUKUNG VISI REMAJA: Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi dan Sesepuh H Yance bersama jajaran pengurus DPC FKDT Kabupaten Indramayu saat menghadiri sosialisasi manajemen pengelolaan pendidikan diniyah takmiliyah Kabupaten Indramayu di Desa Sukra Wetan Kecamatan Sukra, Selasa (12/3).FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRMAYU-Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Indramayu berkomitmen mendukung program pemerintah daerah mewujudkan visi Indramayu religius, maju, mandiri dan sejahtera (Remaja).

Komitmen itu dinyatakan Ketua DPC FKDT Kabupaten Indramayu Asfuri SAg MPd saat kegiatan sosialisasi manajemen pengelolaan pendidikan diniyah takmiliyah Kabupaten Indramayu tahun 2019 di Desa Sukra Wetan Kecamatan Sukra, Selasa (12/3).

Sosialisasi sendiri diikuti ratusan peserta dari jajaran pengurus FKDT dan ratusan guru Madrasah Diniyah Takmaliyah Awaliyah (MDTA) se-eks Kawedanan Haurgeulis dan Kandanghaur.

Turut hadir, Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi, Kabag Kesra dan Agama Dr H Ahmad MAg, Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Indramayu Dr H Moh Ahsan MAg, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Sukra serta pelopor Perda Madrasah Diniyah, Dr H Irianto MS Syafiuddin (Yance).

Asfuri menyatakan, dukungan bukan tanpa alasan. FKDT menilai, Pemkab Indramayu secara nyata dan terbukti sangat memperhatikan keberadaan madrasah diniyah.

Berkat Perda Kabupaten Indramayu Nomnor 17 tahun 2012 tentang Wajib Belajar Diniyah Takmiliyah dan Perbup Nomor 53 tahun 2018 tentang Bantuan Operasional Pendidikan Diniyah di Kabupaten Indramayu, jumlah MDTA melonjak tajam dibanding tahun 2000 lalu.

FKDT mencatat, saat ini terdata sebanyak 932 MDTA se-Kabupaten Indramayu dengan jumlah sebanyak 110.783 siswa dan sebanyak 5.628 guru madrasah.

“Tahun 2018, dukungan anggaran melalui hibah BOPD mencapai Rp14 miliar. Sementara di daerah lain, masih sangat minim bahkan ada yang belum sama sekali.

Terus terang, daerah lain terutama di wilayah Jawa Barat sangat iri dengan Kabupaten Indramayu. Dimana Pemkab sangat memperhatian keberadaan madrasah diniyah termasuk tenaga pengajarnya,” terang Asfuri.

Pihaknyapun berharap, pada tahun 2019 ini ada peningkatan BOPD sesuai dengan hitung-hitungan jumlah MDTA dan tenaga gurunya. Taksirannya sekitar Rp15,5 miliar atau naik sekitar Rp1,5 miliar dari tahun 2018.

“Kenaikan BOPD ini tentu akan sangat menunjang keberadaan serta operasional MDTA. Sehingga akan mampu mendorong dalam mewujudkan salah satu visi Remaja yaitu peningkatan nilai-nilai religius masyarakat terutama generasi penerus,” jelas Asfuri.

Menanggapi keinginan itu, Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi berjanji akan berupaya menaikkan bantuan hibah melalui BOPD meskipun seharusnya urusan MDTA adalah menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini melalui kantor Kementerian Agama.

“Tapi meski menjadi kewenangan pemerintah pusat, Pemkab Indramayu merasa harus ikut campur karena peran madrasah diniyah dalam membentuk karakter anak-anak usia dini di Bumi Wiralodra sangat vital,” katanya.

Pelopor Perda MDA, H Yance mengungkapkan, dukungan terhadap madrasah diniyah dilatarbelakangi oleh kondisi moral masyarakat yang  memprihatinkan di awal-awal dirinya menjadi Bupati Indramayu periode 2000-2005. Selain marak tawuran, kata Yance, wong Dermayu juga dicitrakan negatif oleh masyarakat luar daerah.

Oleh karenanya, saat itu pula dia langsung mengeluarkan kebijakan wajib belajar madrasah diniyah. “Kesejahteran para guru DTA juga ditingkatkan. Sebab merekalah garda terdepan dalam menciptakan generasi Indramayu yang religius,” kenang Yance.

Yance bersyukur, dalam perjalanannya keberadaan madrasah diniyah berkembang pesat. Keberpihakan pemerintah daerah dalam pengembangan DTA sangat tinggi sehingga wajar jika peradaban DTA di Jawa Barat ada di Indramayu.

“Saya sendiri secara pribadi akan mendukung adanya kenaikan BOPD. Ini semata-mata sebagai tanggung jawab moral bahwa keberadaan madrasah harus terus dioptimalkan,” tandasnya. (kho)