Gagal Bobol Kotak Amal, Obeng Pelaku Tertinggal di Musala

MALING-PIXABAY
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

KUNINGAN – Aksi kriminal ternyata juga mengincar tempat ibadah. Musala Baitussalam di Blok Kios, Dusun Pahing, Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, nyaris menjadi sasaran. Alih-alih tak berhasil membobol jendela, pelaku malah ketinggalan satu set obeng yang diduga digunakan untuk mencongkel jendela.

Hendry Pengurus Musala Baitussalam mendapati satu set obeng tergeletak di lantai musala. Tak hanya itu, Hendry pun dikejutkan dengan temuan sejumlah bekas congkelan di beberapa kusen jendela musala.

“Awalnya saya mengira perangkat obeng tersebut milik pengurus musala yang lain untuk membetulkan pintu atau lainnya. Tapi saat ditanyakan tidak ada yang merasa memiliki obeng tersebut. Curiga, kami pun kemudian mengecek setiap jendela ternyata ada sedikitnya tiga jendela terdapat banyak bekas congkelan,” ujar Hendry, kemarin.

Hendry menduga obeng tersebut milik seseorang yang berusaha mencuri uang dari kotak amal yang berada di dalam mushola. Pasalnya, di musala tersebut sudah dua kali pernah kebobolan maling dan uang di dalam kotak amal pun raib.

“Sepertinya percobaan pencurian terjadi siang hari, karena setelah saat salat subuh obeng tersebut belum ada. Mungkin pelaku kaget saat menjalankan aksinya nyaris ketahuan warga yang lewat atau hendak salat, sehingga dia langsung pergi tanpa sempat membawa obeng tersebut,” ungkap Hendry.

Sementara itu, Ketua DKM Baitussalam Rukana membenarkan di musala tersebut pernah dua kali menjadi sasaran pencurian kotak amal pada tahun 2018 lalu. Kejadian tersebut menjadikan pelajaran bagi pengurus untuk melakukan pengamanan dengan memasang kunci grendel berlapis sehingga sulit untuk dicongkel pelaku.

“Dua kali pencurian kotak amal tahun lalu juga pelakunya masuk lewat jendela yang dibobol, kemudian menjebol gembok kotak amal dan menguras semua uang di dalamnya. Untuk mencegah kejadian tersebut terulang, kami pun melakukan antisipasi dengan memasang kunci dobel di setiap jendela,” ujar Rukana.

Rukana berharap pengalaman ini menjadi hikmah dan pelajaran bersama terutama bagi para pengurus musala dan masjid untuk menjaga tempat ibadah dari sasaran pelaku tindak kriminal. Meskipun semua tahu, setiap perbuatan kriminal adalah perbuatan dosa dan melanggar hukum, namun bukan jaminan tempat ibadah terbebas dari sasaran kejahatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kami hanya bisa mendoakan agar pelaku bisa bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan tersebut. Apalagi ini di rumah Allah, dan uang di kotak amal yang dicuri adalah jariyah dari umat sehingga dosa yang ditanggung pelakunya pun pasti akan berlipat-lipat,” ujar Rukana. (fik)