Game PC Tersisih, Game Mobile Meroket

ILUSTRASI

SEMAKIN canggihnya teknologi, memberikan kemudahan bagi para pecinta game. Olahraga elektronik atau e-sports juga terjadi pergeseran. Dari personal computer ke perangkat mobile.

Turnamen seperti The International Dota 2 Championships, League of Legends World Championship, Battle.net World Championship Series, Evolution Championship Series, Intel Extreme Masters, belakangan marak digelar.

Termasuk di tingkat lokal. Yang setidaknya dalam pekan ini saja sudah ada dua kompetisi dan cukup menarik perhatian. Meski teroganisir dan telah lama menjadi bagian dari budaya permainan video, kompetisi ini telah mengalami peningkatan besar dalam popularitas dari akhir dekade 2000an dan awal 2010.

Pendiri Cirebon Gamming E-Sport, A Fran Amigo Nugraha menuturkan, perkembangan pecinta e-sport di Cirebon sekarang berkembang baik. Sejak 2009 turnamen e-sport mulai berlangsung di Cirebon. Namun, pada saat itu turnamen sebatas diadakan untuk game PC seperti Point Blank, Dota, Counter-Strike, dan sebagainnya.

Barulah di tahun 2017, Mobile Legend jadi salah satu game mobile yang banyak digemari. Usia pemainnya rata-rata usia 12 sampai 25 tahun. “Game ini cukup hype dan mulai memunculkan turnamen e-sport mobile,” tutur Amigo kepada Radar Cirebon.

Popularitas e-sport mobile semakin meroket saat Player Unknown’s Battle Grounds atau PUBG mulai muncul sekitar akhir 2018. “Saat ini game PC mulai tersingkirkan dengan game mobile, meski tetap ada player yang main di PC,” jelasnya.

Beberapa di antaranya memilih game mobile karena fleksibel. Bila dipersentasekan, 60 persen player saat ini bermain PUBG dan 40 persennya Mobile Legend. Turnamennya pun cukup banyak. Bahkan hampir setiap pekan selalu ada turnamen diadakan di Cirebon. “Bukan hanya pihak developer yang buat game, sekarang di Cirebon sendiri banyak komunitas bahkan intansi mengadakan kompetisi e-sport,” ungkapnya. (apr)