“Gangguan” Keuangan BPJS Kesehatan ke Rumah Sakit di Wilayah Cirebon Merata

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, Ansharudin (tengah), memberikan penjelasan terkait kondisi keuangan BPJS saat berkunjung ke Radar Cirebon. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, Ansharudin (tengah), memberikan penjelasan terkait kondisi keuangan BPJS saat berkunjung ke Radar Cirebon. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-BPJS Kesehatan Cabang Cirebon membawahi empat daerah. Yakni Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, dan Kuningan. Empat daerah ini, tiap bulan BPJS Kesehatan harus membayar tagihan dari rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya sebesar Rp120 miliar. Untuk 2018, ada tagihan yang akhirnya bisa dibayarkan, ada yang masih tertunggak, ada yang masih tahap proses pencairan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cirebon Ansharudin saat berkunjung ke Radar Cirebon, Selasa (8/1) mengklarifikasi soal tagihan dari rumah sakit yang berada di Cirebon timur itu yang sesuai data dari Direktur RSUD Waled dr Budi Setiawan Soendjaya mencapai Rp40 miliar di periode 2018.

Ansharudin menjelaskan, kewajiban membayar klaim BPJS Kesehatan baru timbul setelah pihak rumah sakit mengajukan klaim. Setelah itu ada proses verifikasi dan ditandatangani berita acara serah terima berkas klaim antara pihak BPJS Kesehatan dan rumah sakit.

“RSUD Waled baru mengajukan klaim untuk periode bulan Agustus dan bulan September. Kewajiban kami adalah membayarkan klaim yang diajukan. Nilainya sekitar Rp16 miliar. Sementara untuk sisanya periode Oktober, November, dan Desember, belum diajukan dan tidak bisa disebut sebagai tunggakan (angka Rp40 miliar, red),” terang Ansharudin.

Halaman: 1 2 3 4 5 6