Garin Nugroho Sebut Banyak Kesenian Cirebon yang Dianggurkan

Sutradara, Garin Nugroho (tengah) mengisi Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Gedung Rarasantang, Selasa (13/8). FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Sutradara, Garin Nugroho (tengah) mengisi Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Gedung Rarasantang, Selasa (13/8). FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Cirebon merupakan kota yang majemuk. Memiliki banyak sekali khazanah kebudayaan dan sejarah. Selain itu, Cirebon juga memiliki banyak sekali seni pertunjukan. Namun sayangnya, banyak kesenian yang “dianggurkan” hingga kemudian perlahan lahan lenyap dan dilupakan.

Hal itulah yang kemudian dilihat oleh Sutradara Ternama Indonesia, Garin Nugroho. Pria kelahiran 6 Juni 1961 tersebut menilai, pesona Cirebon seolah tertutup dengan gemerlapnya Kota Bandung. Cirebon belum bisa menunjukan dirinya sebagai kota multikultur yang menjadi representasi bangsa Indonesia.

“Di Jawa Barat ini, center-nya hanya Bandung. Kan ini sangat memprihatinkan. Kalau Jawa tengah center-nya banyak. Ada Jogja, Solo, Banyumas, Semarang, Tegal dan sebagainya,” kata Garin, usai mengisi Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Gedung Rarasantang, Selasa (13/8).

Garin berpendapat, sudah saatnya kebangkitan Cirebon kembali. Sebagai daerah multikultur yang merepresantasikan bangsa ini. Apalagi, sekarang kota-kota sudah banyak yang tumbuh dan berkembang. Di mana, dalam kultur masyarakat kota besar, hiburan dan pertunjukan sudah merupakan kebutuhan. Sudah barang tentu industri kreatif menjadi sesuatu yang cukup krusial.

Hal itu, bisa menjadi kesempatan sekaligus tantangan bagi para pelaku seni untuk bisa menunjukan kebudayaan yang dimilikinya jangan sampai kesenian lokal tenggelam dan tersubstitusi dengan alternatif hiburan yang kian beragam.

“Untuk para seniman, inilah saatnya. Di era desentralisasi, kota-kota tumbuh besar yang menuntut adanya industri kreatif. Salah satunya adalah seni pertunjukan yang sesuai dengan tuntutan kota tapi juga menguatkan kebudayaan lokal,” tegasnya. (awr)