Gawat Banyak Makanan Berformalin, Dinkes Imbau Masyarakat untuk Tetap Berhati-hati

WASPADA: Kepala Bidang Kesmas Dinkes Kabupaten Cirebon dr H Edi Susanto MM saat merilis makanan yang mengandung boraks, formalin dan rhodamin di sejumlah pasar tradisional, (7/5). FOTO: NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON
WASPADA: Kepala Bidang Kesmas Dinkes Kabupaten Cirebon dr H Edi Susanto MM saat merilis makanan yang mengandung boraks, formalin dan rhodamin di sejumlah pasar tradisional, (7/5).FOTO: NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

CIREBON-Tim pemantau bahan makanan berbahaya, kedaluwarsa dan harga pangan Kabupaten Cirebon, menemukan sejumlah sample makanan yang mengandung boraks, formalin dan rhodamin di sejumlah pasar tradisional.

Kepada Radar 11-grafis open durun Cirebon, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, dr H Edi Susanto MM menyampaikan, pihaknya bersama tim promosi kesehatan (promkes), tim Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon menemukan sejumlah buah, sayur dan makanan yang mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin dan rhodamin.

 

“Dari sample makanan yang kita ambil di sejumlah pasar tradisonal seperti anggur, mie kuning, baso, tahu, tahu bulat, otak-otak, cumi, ikan, dan lain-lain positif mengandung boraks, formalin dan rhodamin.

Ini keprihatinan bagi kami. Apalagi bulan puasa, daya konsumsi makanan masyarakat cukup tinggi. Untuk itu, kami imbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati,” tutur dr Edi saat dijumpai Radar Cirebon, Rabu (8/5).

Adapun ciri-ciri makanan yang mengandung formalin, boraks dan rhodamin, sebut Edi, makanan atau buah-buahan yang terus terlihat segar, kenyal, tidak mudah basi dan lalat enggan menghinggapi pada makanan tersebut.

“Bahaya terhadap tubuh juga tidak main-main. Karena ada ancaman akan terkena penyakit ginjal, otak, pencernaan, kanker. Masyarakat juga harus waspada terhadap harga yang ditawarkan. Karena harga murah belum tentu higienis dan bebas formalin, boraks atau rhodamin,” ungkap Edi.

Adanya temuan ini, pihaknya bersama tim pemantau makanan akan terus melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) terhadap masyarakat dan para pedagang.

“Kita sudah lakukan KEI kepada para pedagang, karena jangan sampai meracuni dan merusak masyarakat. Untuk masyarakat harus cerdas dan waspada memilih makanan,” jelas Edi.

Sementara itu, salah satu warga Kelurahan/Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Trisnawati mengaku, lebih selektif dalam memilih buah, sayur dan makanan. “Sekarang zamannya sudah aneh-aneh. Tidak hanya boraks, formalin atau rhodamin.

Apel saja katanya dikasih lapisan lilin biar kelihatan segar. Makanya, memang kita selaku konsumen cerdas harus berhati-hati jangan sampai rugi. Harga murah tapi merugikan, mending selektif dalam memilih makanan. Lihat-lihat dulu kalau ada yang mencurigakan,” kata Trisnawati. (via)