Gedung Setda yang Baru Masih Bergaransi

Suasana di lobi utama Gedung Sekretariat Dearah, Senin (11/2). Belum banyak aktivitas pegawai di gedung delapan lantai ini. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Suasana di lobi utama Gedung Sekretariat Dearah, Senin (11/2). Belum banyak aktivitas pegawai di gedung delapan lantai ini.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Gedung Sekretariat Daerah (Setda) terlihat masih lengang. Selepas apel perdana di komplek perkantoran baru tersebut, aktivitas di dalam gedung didominasi pindahan barang dari kantor lama.

Meski demikian, gedung delapan lantai ini masih ada kekurangan di sana-sini. Juga perlu adanya penambangan fasilitas. Walikota Cirebon Drs H Nashrudin Azis SH menyatakan, gedung ini masih dalam masa garansi pemeliharaan. “Kontraktor tidak bisa lepas tangan. Kita bisa klaim kalau ada kerusakan,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Dari pantauan di lokasi, juga pernyataan beberapa pegawai, mereka mendapati beberapa titik yang mengalami kerusakan kecil. Seperti plafon, lantai dan aksesoris gedung lainnya. Sementara keluhan lainnya lebih kepada faktor sarana dan prasarana yang memang pengadaannya masih dilakukan.

Azis menyebutkan, pembangunan gedung setda ini merupakan impiannya dan semua pegawai serta umumnya warga Kota Cirebon. Sebelum memiliki gedung senilai Rp86 miliar, Kota Cirebon belum memiliki sekretariat yang representatif. “Jangan skala nasional, di tingkat Jawa Barat saja kita kalah dengan daerah lainnya,” katanya.

Diakui, dalam perjalanan pembangunannya, ada banyak polemik. Juga kendala yang ditemui baik oleh kontraktor maupun pemerintah kota. Namun ia bersyukur gedung tersebut akhirnya selesai juga.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Drs H Asep Deddi MSi mengingatkan agar proses perpindahan memperhatikan inventaris dan dokumen penting yang masih dipakai. Kepala bagian atau pimpinan harus memperhatikan hal tersebut.”Jangan sampai bila dibutuhkan, dokumen tercecer atau hilang,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Umum Setda Kota Cirebon Dra Santi Rahayu MSi mengatakan, ada beberapa bagian yang sudah bisa mulai berkantor. Diantaranya, bagian perekonomian, bagian kesejahteraan rakyat (kesra), bagian organisasi pendayagunaan aparatur daerah (orpad), bagian pembangunan, bagian pemerintahan, dan bagian umum. Begitu pula untuk asisten semua sudah bisa ditempati.

Sisanya masih proses pengemasan dan pengangkutan dokumen serta barang-barang yang lainnya. Bagian Umum juga menyediakan truk untuk pengangkutan barang. Juga mengangkut barang dan juga mebeler yang masih bisa dipakai.

Untuk pengadaan membeler sendiri dilakukan secara bertahap. Asisten Administrasi Umum Setda, Ir Vicky Sunarya bakal mengajukan pengadaan kelengkapan gedung perkantoran. Sedikitnya Rp5 miliar untuk utilitas utama seperti, pendingin ruangan, pemasangan internet, dan juga pembuatan sekat-sekat, serta mebeler fasiltas di ruangan publik seperti ruangan rapat.

Anggaran itu, rupanya baru tahap awal. Vicky menyebutkan, gedung ini delapan lantai. Juga cukup luas. Sehingga perlu biaya cukup besar untuk pengisian fasilitasnya. “Ini sambil berjalan kita pindah kemudian kita melakukan pengadaan. Kita bertahap,” ulasnya. (gus)