Geger, Pohon Jati Tumbang Tiba-tiba “Bangun” Sendiri

Pohon-Jati-Kembali-Berdiri-Setelah-Roboh-Dihantam-Angin-(4)
MISTERIUS: Warga Desa Cengkuang, Blok Keramping, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, dibuat heboh. Pohon jati usia belasan tahun yang roboh akibat hujan disertai angin, kembali berdiri tegak dengan sendirinya. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON – Warga Desa Cengkuang, Blok Keramping, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, dibuat heboh. Pasalnya, pohon jati usia belasan tahun yang roboh akibat hujan disertai angin, kembali bangun dan berdiri tegak dengan sendirinya.

Pohon jati dengan panjang sekitar 20 meter itu, awalnya roboh karena diterpa hujan dan angin, Senin (11/3) lalu, sekitar pukul 16.00 WIB sore. Tumbangnya pohon jati diketahui ketua RT setempat, Sayidin (40), yang rumahnya juga tidak jauh dari lokasi robohnya pohon.

Sayidin sempat mengabadikan pohon yang tumbang melalui ponsel genggam miliknya. Dalam foto itu, pohon yang tumbang terlihat roboh ke arah jalan dengan akar yang “menjungkal” dari tanah.

Pohon yang roboh lokasinya ada di taman Desa Cengkuang. Karena batang pohon menghalangi akses jalan taman, keesokan harinya, Selasa (12/3) siang, ranting-ranting pohon dipangkas oleh warga.

“Sekitar jam 7 malam Rabu-nya, saya tahu masih ada (pohon tumbang). Besoknya hari Rabu (13/3) jam 5 pagi, paman saya ngebangunin dan bilang pohon jatinya udah nggak ada. Saya lihat ternyata benar. Saya sendiri kaget, kirain ada yang mencuri,” ujar Sayidin.

Bahwa pohon tersebut telah kembali berdiri, belum disadari Sayidin dan pamannya. Mereka pun menanyakan keberadaan pohon yang sudah ditebang ranting dan daunnya itu, kepada pemuda sekitar.

Sayidin dan pemuda setempat pun mencarinya. Mereka masih belum mengetahui pohon tersebut telah berdiri. Beberapa saat sempat dibuat bingung. Menjelang siang sekitar pukul 10.30, masih di hari itu (Rabu 13/3), akhirnya mereka baru menyadari bahwa pohon tersebut telah berdiri tegak. Akar pohon dan tanah yang sebelumnya berserakan, kembali tertata rapi, seolah tidak pernah ada pohon yang tumbang.

Masyarakat yang mengetahui, dibuat terheran-heran. Sempat juga menjadi tontonan. “Aneh aja. Kan sebelumnya berantakan tanahnya karena pohon tumbang. Tapi kok sekarang nggak ada bekas apa-apa. Bangun kembali. Di sini sempat ramai, warga pada melihat,” katanya.

Sementara itu, warga yang sebelumnya menanam pohon jati dan memotong rantingnya setelah roboh, Sutadi (64) mengaku, sempat merasakan keanehan dalam dirinya. Seperti tidak enak badan dan terasa berat pada bagian kepala sesaat setelah memotong ranting-ranting pohon. Bahkan, itu masih terasa ketika wartawan koran ini mengajaknya berbincang, Sabtu (16/3) kemarin.

Nggak jelas seperti apa wujudnya. Tetapi saya suka melihat bayangan anak kecil. Sampai sekarang juga sebetulnya kepala saya masih berat, tapi sudah mendingan dibanding ketika awal (menebang ranting, red),” paparnya.

Untuk diketahui, Taman Desa Cengkuang lokasinya tidak jauh dari Makam Buyut Gambiran. Masih di Desa Cengkuang. Beberapa hari setelah kejadian, taman yang sebelumnya ramai dikunjungi anak-anak sekolah, kini terlihat sepi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada warga yang mengaku atau merasa mendirikan kembali pohon yang roboh itu. Beberapa masyarakat juga masih bertanya-tanya. Seperti yang dikatakan Ulfia. Ulfia merasa terheran-heran. Dia juga baru pertama kali mengetahui kejadian di desanya itu. (ade)