Gejayan Menggema, Mahasiswa Cirebon Turun ke Jalan

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ciayumajakuning Untuk selamatkan Republik Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Cirebon. Senin (23/9). Dalam aksinya mereka menyerukan Revolusi menyikapi Disahkanya Revisi UU KPK. FOTO: KHAIRUL ANWAR/RADAR CIREBON
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ciayumajakuning Untuk selamatkan Republik Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Cirebon,Senin (23/9). Dalam aksinya mereka menyerukan Revolusi menyikapi Disahkanya Revisi UU KPK.FOTO: KHAIRUL ANWAR/RADAR CIREBON

CIREBON-Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ciayumajakuning Untuk selamatkan Republik Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Cirebon. Senin (23/9). Dalam aksinya mereka menyerukan Revolusi menyikapi Disahkanya Revisi UU KPK.

View this post on Instagram

BREAKING NEWS!! . . Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Aliansi Mahasiswa Ciayumajakuning untuk Selamatkan Republik Indonesia berkumpul di depan Kampus 1 UGJ Jalan Pemuda Kota Cirebon, Senin pagi (23/9). . Mereka menyuarakan aksinya untuk Pemerintah Indonesia yang tidak mencerminkan keberpihakannya terhadap rakyat Indonesia yang notabene merupakan tuan dj negara Republik Indonesia ini. Terkait dengan di SAH-kannya UU KPK terbaru dan wacana revisi KUHP yang begitu banyak penolakan dan di tentang. . Mereka akan menyuarakan aksinya dengan berjalan ke Gedung DPRD Kota Cirebon. . Kondisi arus lalu lintas di Jalan Pemuda padat merayap. . . Video: @yogi_irfandi / Radar Cirebon . . #Radarcirebon #radarindramayu #radarmajalengka #radarkuningan #berita #kotacirebon #wisatacirebon #indonesia #beritaterkini #news #indramayu #kuningan #majalengka #kabupatencirebon

A post shared by Radar Cirebon (@radarcirebon) on

Aksi tersebut diawali dengan long march dari kampus Universitas Gunung Jati (UGJ) Jl Pemuda, Kota Cirebon. Saat melintas di persimpangan Gunung Sari, mereka sempat melakukan orasi. Hal itu membuat lalu lintas sedikit tersendat.

Mereka memandang pengesahan revisi UU KPK merupakan kebijakan tersebut begitu serampangan dan tidak mengindahkan suara masyarakat. Baik wakil rakyat maupun pemerintah yang berkuasa disebut hanya memikirkan kepentinganya sendiri saja. Tidak merepresentasikan kepentingan publik. “Revolusi, revolusi revolusi !!” demikian seru mahasiswa.

Selain menolak pengesahan Revisi UU KPK, mereka juga menyuarakan penolakan terhadap Revisi KUHP dan menyerukan untuk menangkap dan mengadiri para koruptor. (awr)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait