Gempa Magnitudo 5,7 di Poso, BPBD Sulteng Belum Menerima Data Dampak Gempa

Gempa bermagnitudo 5,7 yang mengguncang Kabupaten Poso, pada Minggu,  pukul 09.32 Wita, membuat kaget jemaat gereja. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofosika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di 53 kilomoter barat daya Kota Poso pada kedalaman 10 kilometer.

Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan hingga kini belum juga menerima data atau informasi mengenai dampak gempabumi 5,7 SR yang mengguncang Kabupaten Poso, Minggu pagi (24/3) pukul 09.32 Wita.

“Kami masih menunggu laporan dari BPBD Poso soal gempa dan dampaknya,” kata Kepala BPBD Sulteng,Bartholomeus Tandigala di Palu, Minggu (24/3).

Karena belum ada informasi yang akurat dari BPBD Poso, BPBD Sulteng belum sampai sekarang ini belum bisa melakukan kegiatan apapun. Masalahnya, belum diketahui ada warga yang mengungsi karena rumah mereka rusak akibat gempa tersebut.

Namun, Bartholomeus berjanji segera menindak lanjuti jika sudah ada laporan dari BPBD setempat. “Kita sama-sama masih menunggu informasi,” ujarnya.

Dia menambahkan jika sudah ada informasi dan ada kebutuhan yang sudah jelas, maka BPBD Sulteng segera mengambil langkah konkret. Misalkan membutuhkan bantuan logistik makanan dan lainnya, maka BPBD Sulteng segera mendistribusikannya ke lokasi bencana.

Website Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofosika (BMKG), pusat dalam siaran persnya melaporkan gempa berada di 53 kilomoter barat daya Kabupaten Poso pada kedalaman 10 kilometer.

Lokasi gempa di 1.84 LS (Lintang Selatan) dan 120. 54 BT (Barat Timur). Gempa tidak berpotensi tsunami, kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Hingga saat ini belum diperoleh informasi mengenai kondisi warga pascagempa daerah tersebut.

Namun Mariana, seorang warga di Tentena, Kabupaten Poso membenarkan adanya gempa yang dirasakan cukup keras tersebut membuat kebanyakan warga berhamburan  keluar rumah untuk menghindari hal-hal yang dapat mengancam keselamatan jiwa mereka.

“Saya sendiri saat gempa sedang ada di gereja dan sebagian besar jemaat keluar dan baru melanjutkan ibadah setelah beberapa saat usai gempa,” kata dia.

Dia mengaku ada beberapa rumah warga yang retak dan roboh akibat gempa.

Gempa juga terasa sampai di Kota Palu. meski berjarak sekitar 120 kilometer dari pusat gempa.

Selain di Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng, gempa juga dirasakan warga di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Kabupaten Sigi berbatasan langsung dengan Poso.

Hingga kini belum ada informasi adanya korban jiwa atau luka-luka akibat gempa bumi di Poso.

Gempa bumi dahsyat pernah terjadi di Kota Palu dengan kekuatan 7,4 SR yang menimbulkan tsunami dan likuefaksi pada 28 September 2018.

Tercatat sekitar 4.000 jiwa meninggal dunia dan hilang akibat bencana alam itu.

Sampai saat ini kondisi ekonomi masyarakat di Kota Palu, Donggala, Sigi dan sebagian Kabupaten Parigi Moutong yang terpuruk akibat bencana alam tersebut masih belum kembali pulih seperti sebelumnya.