Golkar dan PAN Tak Dapat Jatah Pimpinan DPRD Kuningan

RANA-SUPARMAN-KUNINGAN
SIAP DIGANTI: Ketua DPRD Kuningan Rana Suparman saat diwawancarai menjelang dirinya mengakhiri masa tugas sebagai pimpinan dewan. FOTO: MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Tiga pimpinan DPRD Kuningan periode 2014-2019segera mengakhiri masa tugasnya. Masa akhir tugas akan bertepatan dengan pelantikan anggota DPRD Kuningan periode 2019-2024 yang rencananya digelar Senin (9/9) mendatang.

Ketiga pimpinan DPRD Kuningan tersebut, yakni Rana Suparman SSos (PDIP), Drs Toto Suharto SFarm Apt (PAN), dan H Uci Suryana SE (Partai Golkar). Sedang satu pimpinan lagi dari PKS, Hj Kokom Komariyah dimungkinkan kembali duduk sebagai pimpinan dewan untuk periode berikutnya.

Berakhirnya masa tugas ketiga pimpinan dewan ini, memiliki alasan masing-masing yang membuat mereka terpaksa harus meninggalkan kursi pimpinan. Rana Suparman misalnya, dia diprediksi tidak mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP untuk posisi ketua DPRD, terlebih hasil rapat pleno DPC PDIP telah menetapkan Ketua DPRD sementara jatuh ke tangan Sekretaris DPC PDIP Nuzul Rachdy SE.

Lalu Toto Suharto dari PAN, jelas tidak akan kembali duduk di kursi pimpinan dewan, itu karena posisi suara dan kursi PAN menurun pada pemilu 2019 lalu. Begitu pula H Uci Suryana dari Golkar harus rela meninggalkan ruang pimpinan dewan karena suara Golkar pun tidak bisa mengantarkan kadernya duduk di pimpinan.

Pada periode mendatang, diprediksi akan ada tiga pimpinan dewan yang baru. Dari PDIP diprediksi kursi Ketua DPRD akan diduduki Nuzul Rachdy, sedangkan dua wakilnya akan dipegang H Dede Ismail SIP dari Gerindra dan H Ujang Kosasih MSi dari PKB. Untuk wakil ketua dewan dari PKS pun diprediksi masih dipercayakan kepada Hj Kokom Komariyah.

Pada saat digelar sidang paripurna istimewa DPRD terkait Hari Jadi ke-521 Kuningan 1 September lalu, empat pimpinan dewan terpihat masih kompak duduk di kursi pimpinan bersama bupati dan wabup, serta tamu kehormatan ketua KY yang merupakan putra pituin Kuningan. Sidang paripurna tersebut dipimpin langsung Rana Suparman yang kemungkinan sebagai akhir dirinya memimpin sidang paripurna.

Saat dimintai komentarnya terkait kegiatan menjelang masa akhir tugas sebagai ketua DPRD, Rana tidak memberikan tanggapan. Hanya saja ia mengatakan saat ini sudah ada keputusan untuk ketua DPRD sementara akan dipegang oleh Nuzul Rachdy. Sedangkan terkait rekomendasi calon ketua DPRD mendatang, Rana mengatakan itu masih ada di tangan DPP PDIP.

“DPC kan sudah mengajukan tiga nama, itu (calon ketua DPRD, red) wilayah DPP, saya tidak tahu apakah sudah turun atau belum rekomendasinya. Tinggal kita tunggu saja nanti,” kata Rana.

Yang pasti, lanjut Rana, setelah pelantikan 50 anggota dewan nanti, akan dikukuhkan ketua DPRD sementara, disertai pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD). “Yang paling penting pada saat penetapan Tatib DPRD sudah selesai, lalu akan ada penetapan pimpinan dan AKD. Untuk ketua dewan sementara Pak Zul,” terangnya.

Tanpa ragu, Rana pun mengiyakan pertanyaan wartawan jika Nuzul Rachdy yang sudah ditetapkan sebagai calon ketua dewan sementara, bisa jadi sebagai sinyal berikutnya akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP sebagai calon ketua DPRD Kuningan periode 2019-2024.

“Ya bisa jadi (Ketua DPRD Nuzul Rachdy, red). Tapi tunggu saja keputusan dari DPP, saya tidak bisa melampaui DPP, nanti kalau melampaui salah,” ujarnya.

Yang pasti, kata Rana, semua kader PDIP yang diajukan ke DPP memiliki pengalaman dan talenta sebagai pemimpin. Ia berharap ke depan ketua DPRD Kuningan akan lebih baik darinya.

“Semua berpengalaman, semua bertalenta. Saya sih berharap ke depan ketua DPRD harus lebih baik,” harapnya. (muh)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait