Golono, Si Pedas yang Renyah di Luar namun Lembut di Dalam

GOLONO: Satu lagi makanan khas Kuningan yang lezat tapi terjangau harganya, sangat cocok disajikan hangat dengan cabe rawit segar sebagai lauk atau pun teman minum tek atau kopi. mohamad taufik/radarcirebon.com

KUNINGAN – Sepintas penganan ini layaknya gorengan tepung yang biasa kita temukan di tukang gorengan biasa. Namun setelah mencoba satu, jangan salahkan jika anda akan ketagihan dan ingin memakan lagi dan lagi.

Adalah golono, gorengan khas masyarakat Kuningan dari wilayah timur seperti Luragung, Cibingbin dan Ciwaru ini banyak dijajakan sebagai tambahan lauk di warung nasi kasreng atau di tukang gorengan pinggir jalan berbaur dengan comro, bala-bala atau pisang goreng. Namun jangan kaget, gorengan yang biasanya dijadikan pelengkap saat memakan buras atau lontong ini ternyata hanyalah ampas tahu yang biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak.

SIAP GORENG: Trika Ayu sedang menyiapkan Golono yang siap dicelupkan kedalam adonan terigu dan digoreng. mohamad taufik/radarcirebon.com
SIAP GORENG: Trika Ayu sedang menyiapkan Golono yang siap dicelupkan kedalam adonan terigu dan digoreng. mohamad taufik/radarcirebon.com

Namun, dengan racikan bumbu sederhana yaitu garam, cabai rawit, daun bawang ditambah sedikit penyedap rasa kemudian dicelupkan ke dalam adonan tepung yang sudah dibumbui pula kemudian digoreng, maka jadilah golono yang renyah di luar namun lembut di dalam. Tak heran, makanan ini masih banyak peminatnya terutama untuk sarapan pagi atau hanya sebagai pelengkap lauk pauk.

Warung Kasreng Bu Ayi di Pasar Luragung menjadikan golono ini sebagai salah satu menu wajib yang tak boleh terlewat setiap harinya. Di warung ini sedikitnya 2 kg ampas tahu habis dalam sehari untuk dibuat golono pedas nan nikmat untuk para pelanggannya. Harga yang dipatok pun sangat terjangkau, hanya Rp 500 per potong sama seperti gorengan lainnya.

“Sebelum digoreng, adonan golono dicetak bulat-bulat kecil kemudian dicelupkan ke adonan terigu yang sudah dibumbui.
Golono enaknya dimakan selagi hangat sebagai teman nasi atau pelengkap makan lontong dan buras,” ujar Trika Ayu penjaga Warung Kasreng Ibu Ayi sembari berpromosi.

Selama ini, lanjut Ayu, gorengan golono pedasnya masih banyak dicari oleh pelanggannya. Bahkan ada pelanggan yang hanya datang untuk membeli golono buatannya untuk dibungkus sebagai lauk pauk di rumah. (taufik)