Gudang Senjata Meledak

Kapal Karam, 50 Lebih Tewas

Turki – Dua puluh lima orang tentara meninggal dunia dan empat orang lainnya terluka setelah gudang granat meledak di provinsi Afvon, Turki. Menteri Lingkungan Hidup Veysel Eroglu mengatakan ledakan itu kemungkinan besar adalah sebuah kecelakaan dan bukan serangan teroris.

Diperkirakan banyak tentara terperangkap di dalam gedung saat petugas pemadam kebakaran berusaha meredakan api. Tim penolong kesulitan mengevakuasi para tentara karena granat tangan berserakan di lokasi.

Identifikasi korban tewas dinyatakan tidak mungkin dilakukan karena kuatnya ledakan. Kebakaran besar terjadi di kompleks tersebut selama beberapa jam dan petugas darurat tidak dapat melakukan apa pun karena tingginya keamanan di tempat itu.

Para korban luka dikirim ke sebuah rumah sakit militer untuk dirawat. Saksi mata melaporkan warga di ibukota provinsi, Afvonkarahisar, awalnya menduga ada gempa bumi.

Sementara itu, sebuah kapal membawa lebih dari seratus imigran tenggelam di laut kawasan Turki barat dengan korban mencapai 50 orang lebih. Sejumlah 45 orang yang ada di geladak berhasil diselamatkan. Mereka yang meninggal, termasuk wanita dan anak-anak, berada di dek bawah, demikian dilaporkan media di Turki.

Kapal penangkap ikan itu membawa imigran menuju Eropa dengan kebanyakan berasal dari Irak dan Suriah.

Kawasan kepulauan Yunani di Laut Aegea menjadi tujuan umumnya imigran yang membayar penyelundup untuk membawa mereka dari Turki. Berbagai laporan yang belum bisa diteguhkan menyebut kelompok imigran itu tinggal di beberapa hotel setempat dan bertujuan ke Inggris.

Kapal ikan itu karam setelah menabrak karang pukul 05.30 waktu setempat tak jauh dari pantai Desa Ahmetbeyli di Provinsi Izmir. Banyak dari imigran itu yang berenang ke daratan yang hanya 50 meter jauhnya dari tempat kejadian.

Penjaga pantai berusaha membantu penyelamatan mereka yang masih ada di kapal namun lebih banyak yang tidak terselamatkan dan diperkirakan jumlah korban akan meningkat.

Dua orang warga Turki yang dicurigai membantu penyelundupan telah ditangkap. Turki saat ini menampung sekitar 80.000 pengungsi Suriah.

Namun bahkan sebelum konflik terjadi, Turki telah menjadi tujuan dan pintu gerbang warga Afrika dan Asia yang ingin masuk ke Uni Eropa. Beberapa pulau di Yunani seperti Chios dan Samos menjadi rute para imigran untuk masuk dari Turki.

Dalam beberapa tahun terakhir Uni Eropa berusaha memperketat kontrol perbatasan dengan melakukan pencegatan terhadap kapal yang berusaha masuk.

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait