Guru SD di Kuningan Dihipnotis, Rugi Rp250 Juta

Korban Serahkan Uang di Rumah dan Bilik ATM

ILUSTRASI-HIPNOTIS

KUNINGAN-Aksi hipnotis menimpa seorang guru SD di Kabupaten Kuningan. Korban bernama Umi (53), harus mengalami kerugian sekitar Rp250 juta. Kerugian terdiri dari uang tunai sebesar Rp50 juta yang diserahkan saat di rumah, uang yang diserahkan saat bertransaksi di ATM, gelang emas, dan telepon selular.

“Total kerugian korban Rp250 juta. Untuk jumlah uang tunai, terutama saat di ATM, masih didalami. Korban seperti masih linglung,” kata Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Syahroni.

Syahroni menjelaskan, peristiwa ini sebenarnya terjadi pada Selasa (20/8) sekitar pukul 13.00 dan korban baru menyadarinya pada keesokan harinya atau Rabu pagi (21/8). Disebutkan, Selasa 20 Agustus itu Umi yang baru pulang mengajar itu berbelanja di Pasar Ciawigebang. Dia tiba-tiba ditepuk pundaknya oleh seorang perempuan yang tak dikenal.

Perempuan tersebut kemudian meminta Umi untuk menyerahkan sejumlah uang. Anehnya, korban dengan polos menjawab kalau saat itu dia sedang tak membawa uang tunai, melainkan disimpan di rumah dan sebagian di tabungan. Di situlah, pelaku mulai beraksi.

“Korban pun tak menolak saat diajak pelaku. Rupanya korban dibawa ke rumahnya sendiri di Desa Puncak, Kecamatan Cigugur. Korban dibawa oleh pelaku dengan mobil jenis Avanza,” terangnya kepada Radar Kuningan.

Saat di rumah, korban dengan gampang menyerahkan uang tunai Rp50 juta kepada pelaku. “Kemudian pelaku juga meminta korban mengambil uang di ATM bank BJB yang ada di RSUD ’45 Kuningan. Umi ini nurut semua apa yang diminta pelaku. Bahkan perhiasan gelang emas yang dikenakan, handphone, semua dibawa pelaku,” papar kasat reskrim.

Korban baru menyadari kejadian tersebut pada keesokan harinya. “Korban dibuat linglung dan tidak menyadari dengan apa yang terjadi pada hari Selasa itu. Dia kaget saat terbangun pada Rabu pagi. Kaget handphone dan gelang yang dipakai serta uang tunai di rumahnya sudah raib. Baru dia tersadar kalau sehari sebelumnya ditepuk seseorang tak dikenal. Di situlah, serentetan kejadian yang dialaminya bersama pelaku kembali muncul di memorinya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kasus ini masih dalam penanganan. Tim Reskrim Polres Kuningan sedang menelusuri keberadaan pelaku. Pihaknya masih mencari petunjuk terkait ciri-ciri fisik pelaku dan juga mobil jenis Avanza yang dikendarai pelaku.

“Kami meminta keterangan dari korban dan juga saksi di lokasi kejadian. Termasuk memeriksa sejumlah CCTV di beberapa lokasi yang mungkin merekam pelaku, termasuk ATM di RSUD ’45 Kuningan. Moga secepatnya terungkap,” pungkasnya. (fik)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait