H-2 Lebaran Puncak Ke-3 Arus Mudik, Jalur Tol dan Pantura Cirebon Padat Merayap

Info Mudik 2018
ARUS-MUDIKPADAT MERAYAP: Kendaraan mobil mengular di Tol Palimanan Cirebon, Rabu (13/6) malam. Diprediksi malam ini menjadi puncak ketiga Lebaran. Foto: Radar Cirebon

CIREBON – Musim mudik Lebaran kali ini berbeda dengan sebelumnya. Di antaranya puncak arus mudik yang terjadi tiga kali. Salah satunya dimulai kemarin malam hingga besok.

Pantaan radarcirebon.com di jalur pantura, Rabu (13/6) malam atau H-2 Lebaran, kendaran padat merayap sepanjang Palimanan Kabupaten Cirebon hingga Terminal Kota Harjamukti Kota Cirebon. Diperkirakan H-2 menjadi puncak arus mudik Lebaran 2018.

Situasi tidak jauh berbeda dengan jalur mudik; padat merayap hingga antrean mengular panjang. Hal itu terpantau di Tol Cipali maupun Palikanci. Terutama dari arah Jakart menuju Jawa Tengah.

Sementara dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta terlihat lebih normal. Begitu juga di ruas jalan pantura. Para petugas yang berada di lapangan pun sibuk mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar.

Kepala Seksi Pengumpulan Tol, Keuangan SDM & Umum Ruas Tol Kanci-Pejagan, Uum Jumadi mengaku pemudik yang melalui ruas Tol Kanci-Pejagan untuk arus mudik kali ini mengalami peningkatan terutama beberapa hari terakhir.

“Kalau untuk puncak arus mudik pertama saya rasa sudah kemarin, tepatnya saat H-4. Arus kendaraan yang bertransaksi di Gate Tol Pejagan lebih dari 22 ribu kendaraan,” ujar Uum saat dihubungi Radar Cirebon.

Jika melihat pada data tahun 2017 lalu, puncak arus mudik terjadi pada H-3. Saat itu sekitar 21 ribu kendaraan melintas di ruas Tol Kanci-Pejagan dan transaksi di Gate Tol Pejagan.

“Lalu lintas kendaraan pada H-4 kemarin mengalahkan arus lalin pada H-3 pada puncak arus mudik tahun 2017. Ini yang membuat kami meyakini puncak arus mudik pertama sudah terjadi,” imbuh Uum.

Menurut Uum, tidak menutup kemungkinan setelah puncak arus mudik 2018 yang terjadi pada H-4 kemarin, masih akan terjadi lonjakan pemudik di waktu yang tersisa sebelum Lebaran tiba.

“Sekarang kita antisipasi jika ada arus mudik kedua. Kita terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pengelola ruas tol lainnya,” jelasnya.

Untuk puncak arus mudik kedua, lanjut Uum, diprediksi terjadi Selasa (12/6) dan Rabu (13/6). Namun diakuinya jumlah puncak arus mudik kedua ini kemungkinan lebih kecil dari puncak arus mudik pertama.
“Kita masih tetap siaga di lapangan. Perkembangan apapun akan kita sampaikan untuk memudahkan para pemudik,” ungkapnya.

Kemarin, Menhub Budi Karya Sumadi meninjau Pos Pengamanan dan Angkutan Lebaran di Terminal Harjamukti, Kota Cirebon. Pada kesempatan itu Budi menilai bahwa jumlah kendaraan pada tahun ini yang melintas di jalur pantura cenderung menurun. Jumlah kecelakaan juga menurun.

Meski demikian, dia meminta petugas tetap berjaga dan meminta pemudik istirahat setiap tiga jam. Hal itu untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

Dia memrediksi arus mudik lebaran tahun ini akan terus alami kenaikan hingga H-1 besok. Baik dari transportasi darat, laut maupun udara.

Menhub mengaku tak menyangka transportasi udara atau pesawat terbang mengalami kenaikan hingga 14 persen. Padahal sebelumnya, kementerian perhubungan memprediksikan kenaikan transportasi udara hanya 9 persen.

“Ada beberapa angka yang mengalami penurunan dan kenaikan. Kendaraan pribadi roda dua dan roda empat turun. Sementara arus lalu lintas di sejumlah tol lancar, kepadatannya pun turun,” ujar menhub. (dri/arn/hsn)