H+4 Arus Mdi Jalur Kuningan: Macet Lancar, Macet Lancar

arus-balik
PADAT MERAYAP: Kondisi kendaraan arus balik padat merayap di jalur Kuningan-Cirebon, Minggu (9/6). FOTO: MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Memasuki H+4 lebaran, arus lalu lintas di Kabupaten Kuningan terpantau ramlan alias ramai lancar, Minggu (9/6). Pantauan Radar, sama dengan hari sebelumnya, arus lalu lintas di jalur utama Kabupaten Kuningan kembali mengalami peningkatan volume kendaraan pada pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB.

Bedanya, jika hari sebelumnya kepadatan arus lalu lintas didominasi kendaraan yang masuk wilayah Kuningan, namun kali ini, dominasi kendaraan adalah tujuan arah Cirebon. Sejak pagi hari, antrean kendaraan mengular mulai dari Desa Sampora, perbatasan Cirebon-Kuningan hingga Cirendang.

Sejumlah rekayasa jalan pun diterapkan petugas lalu lintas Polres Kuningan untuk mengatasi kemacetan. Seperti mengalihkan arus ke jalan baru Sampora, hingga memberlakukan sistem buka-tutup di sejumlah persimpangan.

Terbukti, cara tersebut cukup ampuh untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Seperti di persimpangan Cirendang, petugas memasang tali pembatas di tengah jalan sehingga mengharuskan kendaraan tak bisa langsung menyeberang, melainkan terlebih dahulu mengikuti arus untuk kemudian berbalik arah saat menemukan arus renggang.

Arus lalu lintas terpantau tersendat di beberapa titik seperti Kramatmulya, Jalaksana dan Cilimus, hingga menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang. Rupanya, hal ini disebabkan karena adanya sumbatan dari aktivitas pasar dan keluar-masuk kendaraan dari objek wisata yang menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 15.00, arus lalu lintas lancar seiring berkurangnya aktivitas pasar.

Kapolsek Cilimus sekaligus Kapospam Bojong, Kompol Tri Sumarsono mengatakan, sesuai prediksi, puncak arus balik arus lalu lintas Minggu (9/6) mengalami penurunan dibanding hari Sabtu (8/6). Disebutkan dia, Sabtu merupakan puncak kepadatan arus lalu lintas. Mengingat, hari itu merupakan momen sebagian besar pemudik kembali ke kota besar.

“Hari Minggu ini pun masih banyak wisatawan yang datang, namun sudah berkuang dibanding kemarin. Sekarang dominasi kendaraan adalah arus balik para pemudik yang akan kembali ke kota besar,” ujar Tri.

Oleh karena itu, kata Tri, sejumlah rekayasa lalu lintas pun banyak diprioritaskan untuk arus balik. Saat arus lalu lintas di jalan utama mulai tersendat, kata Tri, tidak sedikit kendaraan yang terpaksa dialihkan melalui jalan baru Garatengah-Sampora untuk memecah arus.

Pantauan Radar Kuningan di wilayah Jalan Raya Pasar Kramatmulya menuju Jalaksana, kepadatan masih saja sering terjadi lantaran banyaknya tumpukan kendaraan yang berada di wilayah Jalaksana, Bandorasa, Cilimus hingga Caracas. Namun, kemacetan di H+4 ini tak separah hari-hari sebelumnya setelah lebaran. Pada hari-hari tersebut, kemacetan parah terjadi akibat banyaknya warga yang menyerbu seluruh objek wisata yang berada di Kabupaten Kuningan.

Dede Irwan (36), salah seorang pemudik asal Sukabumi sengaja mengambil hari keempat setelah lebaran untuk kembali ke Sukabumi setelah berlebaran di kampung halaman, di Desa Cikubangsari Kecamatan Kramatmulya. Dia beralasan, kembali ke kota besar pada Minggu (9/6), karena Senin (10/6) sudah mulai masuk kerja.

“Saya mau pulang lagi ke Sukabumi, habis lebaran di kampung istri. Soalnya besok (hari ini, red) sudah mulai masuk kerja. Jadi, ngejar pagi sudah di sana,” kata Dede.

Saat berhenti di depan SPBU Manis Jalaksana, Dede menuturkan, kemacetan sudah terjadi sejak dirinya keluar dari Jalan Cilowa. Kendati demikian, hal tersebut tidak membuat dirinya kesal karena kemacetan tidak terlalu parah seperti beberapa hari sebelumnya.

“Tadi pas keluar dari Cilowa memang sudah macet, tapi nggak terlalu parah. Nggak seperti kemarin waktu berwisata, macetnya parah banget sampai saya juga terjebak di jalan 3 jam,” tuturnya.

Selain Dede, pengemudi lainnya asal Ancaran yang hendak menuju Jakarta, Ujang Hari (38), juga mengungkapkan alasan yang sama. Dia mengambil waktu empat hari setelah lebaran karena hari ini akan memulai aktivitasnya bekerja di sebuah perusahaan produk mi instan ternama di Indonesia.

“Besok sudah mulai masuk kerja. Harusnya sekarang sudah berada di Jakarta, tapi tadi pagi saya harus nganter dulu sodara nikahan di Luragung,” akunya.

Selain itu, Ujang mengatakan, situasi lalu lintas di Kuningan saat ini, ketika musim mudik, sudah semakin parah. Padahal, dia pun mengetahui saat ini sudah dibangun sejumlah ruas jalur baru yang juga digunakan sebagai jalur alternatif saat terjadi kemacetan parah di musim lebaran dan tahun baru.

“Saya tahu, di Kuningan sudah banyak jalan baru. Tapi nyatanya masih saja terjadi macet parah saat lebaran. Mungkin sudah rata juga, di mana-mana macet,” ujarnya.

Sementara itu, tampak para personel kepolisian berjaga-jaga di sejumlah titik rawan kemacetan guna mengatur lalu lintas dengan tidak mengenal lelah. Bahkan tampak di antara para petugas, puluhan personel polwan berwajah cantik yang tampil memukau di pinggir jalan ikut mengatur lalu lintas. Mereka juga dibantu petugas dari pelajar yang tergabung dalam Shaka Bhayangkara. (fik/muh)