Harga Gabah di Indramayu Mulai Turun, Tengkulak Senang

ilustrasi-gabah
ilustrasi-gabah

INDRAMAYU-Turunnya harga gabah kering petani (GKP) disambut gembira para tengkulak, terutama pada pengusaha beras giling. Pasalnya harga gabah yang sebelumnya mencapai puncak hingga Rp5.700 sampai 6.000 perkilo, kini mengalami penurunan hingga 15 persen dari harga sebelumnya. Hal itu dipicu beberapa wilayah di Indramayu sudah memasuki masa panen.

Dikatakan, penggiat petani organik Indramayu, Ayi Sumarna SP saat ini harga GKP di angka Rp5.000 perkilo. “Penurunan harga gabah yang  saya nilai cukup drastis ini dipicu karena beberapa daerah di Kabupaten Indramayu sudah memasuki masa panen, dan ada yang sudah penen, seperti wilayah Pecuk dan Sindang,” ujarnya.

Ayipun menuturkan, harga gabah akan terus mengalami penurunan hingga masa penen raya, dan akan kembali mengalami peningkatan saat jelang memasuki masa tanam. “Harga gabah memang selalu fluktuatif kadang bagus kadang rendah. Harga akan semakin rendah biasanya saat musim penghujan, bisa mencapai Rp4.000 perkilo, bisa semakin turun lagi,” tuturnya.

Turunnya harga GKP dikeluhkan petani di wilayah Jatibarang, salah satunya Kusnanto (48). Menurutnya harga gabah jelang masa penen merupakan hal yang wajar. Namun yang paling dikhawatirkannya harga gabah akan terus mengalami penurunan hingga angka paling rendah yang sangat merugikan petani. “Harga gabah paling merugikan petani saat musim rending. Bisa harganya di bawah Rp 4.000 perkilonya, tergantung tingkat kekeringan gabah,” ujar Kusnanto.

Tanggapan berbeda dirasakan para tengkulak ataupun pengusaha beras giling yang menyambut gembira turunnya harga gabah. Hal ini dirasakan Waryo (54) dengan turunnya harga gabah, dapat untuk menutup ongkos produksi. Sebelumnya saat harga gabah tinggi harus memutar otak agar dapat menutup pengeluaran dan tidak mengalami kerugian. Karena selama harga gabah tinggi keuntungannya menipis.

Alhamdulillah sudah turun, kita juga bisa lebih mengatur pengeluaran, karena selama harga gabah naik. Banyak pengeluran produksi diarahkan untuk gabah, sedangkan harga jual beras di pasaran kualitas premium kisaran harga 10 sampai 11 ribu perkilo. Di kita kurang dari harga beras yang pasaran,” tuturnya. (oni)