Harga Jengkol Dua Kali Lipat Lebih Mahal daripada Daging Ayam

harga-jengkol
MENANTI PEMBELI: Salah satu pedagang di Pasar Kepuh Rini sedang memilah jengkol yang kini harganya semakin melambung. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Ketika sebagian besar harga sayuran di pasar berangsur turun, namun tidak halnya dengan jengkol. Komoditas sayur berbau menyengat ini harganya sudah mencapai Rp 60.000 per kilogram atau hampir dua kali harga daging ayam yang masih di kisaran Rp 33.000.

Rini, pedagang sayuran di Pasar Kepuh mengaku sudah lebih dari sebulan harga jengkol terus naik. Dari harga normal di kisaran Rp 30.000, berangsur naik hingga sekarang menjadi Rp 60.000.

“Kenaikannya sudah terjadi sejak Idul Adha lalu, rata-rata naik Rp 3.000 hingga Rp 5.000 setiap harinya. Sebelumnya sempat Rp 35.000 kemudian naik terus hingga sekarang jadi Rp 60.000 perkilogram,” ujar Rini.

Rini mengatakan, penyebab naiknya harga jengkol tersebut karena stok di bandarnya sedang kosong. Sudah beberapa hari ini dia mendapat kiriman dari bandar hanya sedikit saja.

“Sebelumnya saya biasa dapat kiriman hingga 60 kilogram, tapi sekarang dibatasi sekitar 10 kilogram saja. Penyebabnya karena stok di bandar sedang kosong,” ujar Rini.

Meskipun harga jengkol kini sudah melebihi harga daging ayam, lanjut Rini, namun masih saja ada pelanggannya yang membeli. Hanya saja tidak seramai saat harganya masih murah, itu pun pembeliannya agak dikurangi.

“Yang suka sama jengkol mah, harga berapa pun tetap dibeli. Tapi ada beberapa pelanggan yang punya warung nasi untuk beberapa hari ini libur dulu,” ujar Rini. (fik)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait