Harga Tiket Pesawat Murah, Pengelola BIJB Kertajati Sebut Ada Pengaruhnya

Bisa 5 Ribu Penumpang Tiap Hari di Bandara Kertajati

Bandara Kertajati Majalengka (BIJB)
Bandara Kertajati Majalengka (BIJB).FOTO: RADARCIREBON.COM

MAJALENGKA-Pengelola Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menyambut baik kebijakan harga tiket murah atau low cost carrier (LCC) yang mulai berlaku Kamis (11/7). Kebijakan tersebut diyakini akan berdampak positif terhadap aktivitas penerbangan dan pergerakan penumpang.

“BIJB sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bandar udara dan berhubungan dengan maskapai, menyambut baik,” ujar Corporate Secretary PT BIJB Arief Budiman melalui Humas PT BIJB Andrian Salam kepda Radar Cirebon.

Dikatakan Andrian, saat Bandara Kertajati mengalami penurunan aktivitas beberapa waktu lalu, salah satu faktor penyebabnya adalah harga tiket yang mahal. Atas dasar itu, penurunan harga tiket dinilai akan mendorong peningkatan aktivitas bandara. “Kami pasti gembira karena akhirnya ada solusi atas masalah tersebut,” tutur Andrian.

Selama ini, pihaknya juga menerima keluhan masyarakat terutama yang disampaikan melalui media sosial. Mereka banyak menanyakan kapan penurunan harga tiket bisa dilakukan. Kendati sejatinya hal itu tidak termasuk ranah kewenangan pengelola bandara.

Namun ia bersyukur, sejak kembali beroperasi pada 1 Juli lalu, angka load factor atau tingkat keterisian rata-rata mencapai 70 persen. “Kalau rute Denpasar bisa mencapai di atas 90 persen, sehari bisa tiga frekuensi dengan 4 maskapai. Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink dan Air Asia,” bebernya.

Sehingga, dengan adanya penurunan harga tiket ini, ia memperkirakan akan turut meningkatkan pergerakan penumpang hingga 25 persen. Atau berada di angka 5000 ribu penumpang, dari rata-rata saat ini yang berada di kisaran 4000-an penumpang, baik landing maupun take off setiap hari. “Meski tidak secara reguler, tetapi ada penawaran yang menguntungkan di satu sisi pasti. Karena penurunan harga tiket juga secara waktu sebenarnya berada di jam-jamnya orang pergi dan pulang,” ucap Andrian.

Ia menambahkan, selain menunggu kebijakan stakeholder terkait, pihaknya juga telah berupaya meningkatkan aktivitas penerbangan. Salah satunya yang telah dilakukan baru-baru ini. BIJB bersama pengelola hotel dan organisasi Perhimpunan Hoteldan Restoran Indonesia (PHRI) menggelontorkan promo berupa potongan harga. “DI Cirebon saat ini sudah jalan. Jadi ada potongan sampai 60 persen bagi pengunjung hotel yang dapat menunjukkan tiket Bandara Kertajati,” ujar Andrian.

Ia berharap, para pihak terkait seperti pemerintah daerah juga dapat segera berimprovisasi. Sebab, bandara sejatinya hanya gerbang menuju berbagai destinasi dan untuk berbagai keperluan masyarakat, khususnya di wilayah sekitar Ciayumajakuning. “Ketika mengharapkan pemerataan dan peningkatan pendapatan asli daerah atau PAD, maka salah satu jalannya melalui pariwisata,” tutur Andrian. (day)