Hari Pertama Sekolah, Siswa SDN 1 Cilaja Berebut Bangku Paling Depan

Berebut Bangku Sekolah
SEMANGAT BELAJAR: Siswa siswi SDN 1 Cilaja, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan diantar para orang tuanya, berangkat pagi-pagi ke sekolah untuk mendapatkan bangku paling depan, Senin (15/7). FOTO: MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Memasuki hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2019/2020, puluhan siswa siswi SDN 1 Cilaja Kecamatan Kramatmulya sudah berada di sekolah usai Subuh sekitar pukul 04.40 WIB, Senin (15/7). Mereka datang lebih pagi tak lain untuk berebut bangku paling depan di kelasnya masing-masing.

Pantauan Radar Kuningan di lokasi, sejak pukul 04.00 WIB, tampak puluhan siswa siswi didampingi para orang tuanya sudah berada di depan sekolah walau pintunya masih terkunci rapat. Mereka rela datang lebih pagi ke sekolah hanya untuk mendapatkan bangku di urutan paling depan.

Para siswa dan siswi beserta orang tuanya masing-masing langsung beranjak masuk ke kelas saat penjaga sekolah Harun, tiba untuk membuka pintu-pintu kelas di sekolah tersebut. Ternyata, para siswa dan siswi ini telah menandai bangkunya masing-masing dengan tulisan di kertas yang ditempel di meja. Bahkan tidak sedikit di antaranya sejak sehari sebelumnya sudah mengikatkan tas di kursi kelas masing-masing agar tidak ditempati yang lain.

Pemandangan seperti ini sudah menjadi tradisi sejak lama di SDN 1 Cilaja. Itu karena siswa dan orang tua masih percaya jika duduk di bangku paling depan, atau setidaknya di jajaran kedua atau ketiga, maka siswa tersebut akan selalu fokus dalam setiap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Sehingga siswa menjadi pandai atau pintar sebagaimana diharapkan orang tua.

“Iya ini (berebut bangku, red) tradisi dari dulu setiap tahun, kalau siang nggak kebagian bangku,” kata Carman, salah seorang orang tua siswa yang mendampingi anaknya menyarik bangku sejak subuh itu.

Salah seorang siswa, Moza, pun menjelaskan keberangkatannya ke sekolah di pagi-pagi buta itu tidak lain untuk mendapatkan bangku sekolah paling depan. Sebab jika sedikit saja ia kesiangan, maka dengan terpaksa harus duduk di bangku urutan belakang.

“Tadi saya berangkat dari rumah jam setengah lima. Berangkat pagi-pagi biar mendapat bangku,” kata Moza.

Penjaga sekolah SDN 1 Cilaja, Harun, mengaku senang-senang saja saat anak-anak didampingi para orang tuanya datang sejak subuh ke sekolah. Ia pun mengaku sudah terbiasa harus datang ke sekolah sejak subuh di hari pertama masuk sekolah pada setiap ajaran baru.

“Tidak apa-apa, di sini sudah menjadi tradisi berebut bangku paling depan. Tidak ada masalah, yang nggak kebagian juga nerima duduk di bagian belakang,” kata Mang Harun, panggilannya. (muh)