Hasil Polling Radar: Pasangan Lutfhi-Qomar Jawara Pilkada Cirebon

Pilkada Cirebon
Foto: Twitteer/Radar Cirebon

CIREBON – Siapakah bakal calon bupati Cirebon pilihan Anda? Radar Cirebon membuat polling pilkada lewat Twitter dengan durasi 2×24 jam mulai pukul 17.50 WIB sejak Minggu-Selasa (4-6/2).

Sebanyak empat pasangan yang akan bertarung pada pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang. Keempat pasangan itu adalah Kalinga-Dian Hernawa S, H Rakhmat-Yayat Ruhiyat, Sunjaya Purwadi-H Imron dan Luthfi-Nurul Qomar.

(Baca: Baca: Polling Instagram Radar Cirebon, OKE Menang Lawan PASTI)

Pasangan Kalinga-Dian Hernawa S diusung Gerindra dan PKS. Kemudian H Rahmat-Yayat Ruhiyat diusung Golkar, Demokrat, Hanura dan PBB.

Berikutnya pasangan Sunjaya-H Imron diusung PDI Perjuangan. Terakhir, pasangan Luthfi-Qomar diusung PKB dengan Nasdem.

Hasilnya? Dari 317 responden yang memilih, pasangan Luthfi-Nurul Qomar menjadi jawara. Pasangan yang mengusung jargon “Cirebon Baru” itu memimpin dengan perolehan suara 58 persen.

Urutan kedua ditempati petahana, Sunjaya Purwadi yang berpasangan dengan H Imron. Pasangan yang mengusung jargon “Sepisan Maning Bae,” itu hanya mendapat suara 23 persen.

Berikutnya, warganet memilih pasangan Kalinga-Dian Hernawa S. Pasangan mantan birokrat dan politikus ini mendapat suara 13 persen. Angka itu, pasangan Kalingan-Dian Hernawa menjadi peringkat ketiga.

Sementara suara paling buncit ditempati pasangan H Rakhmat-Yayat Ruhiyat. Pasangan yang menggunakan akronim Rakyat sebagai jargon ini hanya memperoleh 6 persen.

Yuda Sanjaya, selaku penanggung jawab admin Twitter @Radar_Cirebon, mengatakan, polling yang digalang lewat media sosial tersebut tujuannya turut menyosialisasikan pelaksanaan pilkada sebelum penetapan oleh KPU. Terutama mengenalkan calon-calon bupati.

“Kenapa di Twitter, karena vote hanya bisa dilakukan satu kali oleh satu akun. Meski tidak menutup kemungkinan ada buzer. Paling tidak, dari polling bisa ditarik kesimpulan bahwa warga sudah tersosialisasi,” terang Yuda.

Karena menurut Yuda, masih banyak warga yang bertanya-tanya dan belum tahu secara keseluruhan figur-figur yang mencalonkan. “Orientasi polling bukan pada hasil, menang atau kalah. Tapi memberikan gambaran dari pandangan warganet. Bahkan follower yang berpartisipasi di poling diminta untuk retweet,” imbuhnya. (hsn)