Hati-Hati! Praktik Poliik Uang di Pilkada Kuningan 2018

ILUSTRASI

Ia menuturkan, berdasarkan hasil survei LSI tentang Pilkada Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Kuningan 2018 per Oktober 2017, mengenai pengaruh money politic dalam pilkada, dengan poin pertanyaan kuesioner apakah pemberian uang atau barang tersebut sangat berpengaruh, cukup berpengaruh, kurang berpengaruh, atau tidak berpengaruh sama sekali terhadap pilihan bapak/ibu? Ternyata dari 440 responden dengan tingkat margin error ­­­+_­­4,8 persen hasilnya adalah 40, 8 persen masyarakat menganggap politik uang berpengaruh terhadap pilihan mereka, 26,0 persen kurang berpengaruh dan 33,0 persen tidak berpengaruh sama sekali.

Kemudian, dalam poin pertanyaan kuesioner berikutnya dengan pertanyaan menurut bapak/ibu, apakah pemberian materi uang (money politic), sembako, bisa mempengaruhi pilihan masyarakat di lingkungan bapak/ibu tinggal? Hasilnya menunjukkan bahwa 63,0 persen masyarakat menilai pemberian materi berpengaruh bagi pilihan masyarakat, 24,8 persen beranggapan tidak mempengaruhi dan 12,2 persen tidak menjawab.

“Melihat data hasil survei tersebut, bisa digambarkan bahwa pengaruh politik uang bagi pilihan masyarakat di Kabupaten Kuningan masih sangat besar dampaknya. Masyarakat masih terpengaruh oleh pemberian-pemberian tertentu. Kalau diistilahkan, masyarakat masih berprinsip, kalau ada uang ya saya pilih, kalau ada sembako ya saya pilih. Sedikit jumlahnya masyarakat yang memilih karena faktor kualitas calon,” katanya.

Halaman: 1 2 3 4 5