Hati-Hati! Praktik Poliik Uang di Pilkada Kuningan 2018

ILUSTRASI

Setelah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang persoalan politik uang, Ato menyebut target selanjutnya yakni bagaimana menciptakan kelompok pemilih cerdas. Tugas penyelenggara pemilu mendorong masyarakat sebagai kelompok calon pemilih untuk mempelajari paslon sebagai calon pemimpin mereka dari segi kualitasnya.

Track record-nya seperti apa,  kualitas keilmuannya bagaimana, serta program-program pembangunannya bagaimana. Selain itu, penyelenggara pilkada harus bersikap netral, jangan sampai ada keberpihakan terhadap salah satu paslon. Ini semua demi menjaga marwah lembaga sebagai penyelenggara Pemilu.

“Realita hari ini, masyarakat masih terkonsentrasi terhadap kekuatan finansialnya dalam menilai calon. Untuk menciptakan pemilih cerdas, perlu kiranya mengikis penilaian-penilaian masyarakat seperti itu, meski faktanya untuk mencalonkan bupati/wakil bupati perlu adanya modal finansial yang besar, tapi tidak dengan cara menyogok rakyat sebagai calon pemilih,” ujarnya.

Halaman: 1 2 3 4 5