Heboh 11 Kambing Hilang, Maling Hanya Sisakan Jeroan di Kandang

MALING-KAMBING
HEBOH: Warga Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, berbondong-bondong penasaran melihat lokasi pencurian 11 kambing milik Ekom warga Dusun Kliwon. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Warga Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, dihebohkan dengan kejadian raibnya 11 kambing milik Ekom warga Dusun Kliwon kemarin. Anehnya, di dalam kandang hanya tersisa tumpukan jeroan tanpa ada genangan darah kambing layaknya yang sudah disembelih.

Berdasarkan informasi dihimpun, peristiwa menghebohkan tersebut diketahui Ekom saat hendak memberi pakan kambing-kambing peliharaannya usai salat Subuh, Selasa (14/5). Ekom terkejut saat melihat kandangnya kosong tak lagi dihuni kambing-kambing kesayangannya kecuali beberapa onggok organ dalam seperti usus, limpa dan lambung kambing yang dibiarkan berantakan.

“Saya kaget saat melihat kandang sudah kosong dan hanya tersisa jeroannya saja. Total ada 11 kambing peliharaan saya yang sudah berumur dewasa, bahkan beberapa sedang hamil,” ujar Ekom.

Kejadian hilangnya kambing Ekom secara tragis pun langsung menggegerkan para tetangga dan warga Desa Cihirup yang berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat dari dekat. Kemudian Ekom pun melaporkan kemalangannya tersebut kepada aparat desa setempat yang langsung ditembuskan ke pihak berwajib. Anggota Polsek Ciawigebang dan dari Inafis Polres Kuningan langsung menanggapi laporan dugaan pencurian yang menghebohkan tersebut dengan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Enda Caskenda salah satu aparat Desa Cihirup mengatakan, peristiwa hilangnya kambing warga yang terbilang tragis ini baru pertama kali terjadi di desanya. Dia menduga, hilangnya kambing-kambing Ekom adalah karena dicuri oleh pelaku kriminal yang sudah berpengalaman yang hanya mengincar dagingnya saja.

“Kalau melihat kondisi kandang dan sekitarnya, tidak ditemukan ada genangan darah layaknya penyembelihan. Sepertinya pelaku langsung membedel perut kambing saat masih dalam keadaan hidup kemudian mengeluarkan isi perutnya dan hanya membawa dagingnya saja,” ujar Enda.

Enda mengatakan, keberadaan kandang kambing Ekom memang terbilang jauh dari pemukiman warga yakni di tengah kebun sekitar 100 meter dari rumah pemiliknya. Namun demikian, keberadaan kandang kambing tersebut tak terlalu jauh dari jalan desa, sehingga sangat memungkinkan pelaku menjalankan aksi kriminalnya dengan leluasa.

“Pelaku seperti sudah berpengalaman menangani kambing. Ada 11 kambing yang dieksekusi di tempat, tapi tidak ada warga yang mendengar suara gaduh kambing. Bisa jadi pelakunya lebih dari dua orang kemudian mengangkutnya pakai mobil, mengingat lokasi kandang juga tak terlalu jauh dari jalan,” papar Enda.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Syahroni mengatakan, kejadian pencurian yang terbilang langka tersebut pun kini tengah dalam penanganannya. Namun Syahroni belum bisa menyimpulkan siapa pelaku dan motif pencurian kambing yang terbilang baru tersebut.

“Masih dalam penyelidikan, kami tengah menelusuri siapa pelakunya. Mohon doanya semoga bisa secepatnya terungkap,” ujar Syahroni singkat. (fik)