Helikopter Water Bombing Stand By di Penggung

PEMADAMAN-KEBAKARAN-HUTAN-GUNUNG-CIREMAI
PEMADAMAN: Petugas melakukan pemadaman kebakaran hutan Taman Nasional Gunung Ciremai, Jumat (12/10). Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Memasuki hari ke-13 kebakaran Ciremai ternyata belum ada tanda-tanda api akan padam. Helikopter Hi-8 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun telah disiagakan di Bandara Penggung Cirebon menunggu komando untuk melakukan water bombing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengatakan, penanganan kebakaran Ciremai telah menjadi penanganan bersama melibatkan BNPB Jawa Barat dan Pusat. Hasil koordinasi menghasilkan keputusan penempatan satu unit pesawat helikopter water bombing stand by di Bandara Penggung Cirebon.

“Untuk mengantisipasi meluasnya area kebakaran dan kemungkinan tidak bisa tertangani dengan pemadaman manual, BNPB sudah menyiapkan satu unit helikopter Mi-8 di Bandara Penggung Cirebon. Kami masih memantau perkembangan lahan yang terbakar, apabila api sudah tergolong parah maka pesawat water bombing akan langsung dikerahkan,” ujar Agus, kemarin.

Adapun kondisi kebakaran kawasan Ciremai hingga Jumat sore, kata Agus, kepulan asap masih terlihat memanjang di sebelah Selatan Blok Panyusupan Batu Arca, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan mengarah ke Blok Bintangot di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan. Sebanyak 66 personel gabungan dari BPBD, BNPB dan BPBD Jabar, TNGC, MPA, TNI dan Polri serta relawan telah dikerahkan untuk upaya pemadaman dengan penyerangan ke titik api.

“Perhitungan kami luas lahan yang terbakar hingga saat ini mencapai 1.290 hektare. Bertambah sekitar 80 hektare dari hari sebelumnya yang sudah mencapai 1.210 hektare,” ungkap Agus.

Dengan berbekal jet shooter, anggota tim bergerak ke titik api dan melakukan pemadaman api serta membawa perkakas seperti cangkul dan parang untuk membuat sekat bakar. Kondisi medan yang terjal berbatu serta lahan yang banyak ditumbuhi ilalang kering menjadi kendala tim untuk melakukan pemadaman.

“Wilayah Gunung Ciremai sebelah Utara memang yang paling kering dengan kondisi medan berbatu dan sangat jarang terdapat pohon besar. Sebagian besar kawasan ini ditumbuhi ilalang sehingga saat musim kemarau ini menjadi bahan bakar yang sangat mudah menyala apabila terkena api,” paparnya.

Keberadaan Helikopter Mi-8, kata Agus, diharapkan bisa menjadi solusi penanganan kebakaran kawasan Ciremai yang sudah berlangsung hampir dua pekan ini. Kebakaran yang dimulai pada tanggal 30 Oktober di Blok Erpah, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, api terus berkobar hingga menjangkau daerah Kebun Raya Kuningan di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, dan kini berbalik arah ke Timur mendekati Desa Seda, Kecamatan Mandirancan.

“Kebakaran tahun ini terbilang cukup parah, dalam kurun waktu hampir dua pekan luas lahan yang terbakar sudah mencapai 1,000 hektare lebih. Mudah-mudahan dengan adanya pesawat water Bombing bisa segera tertangani,” pungkasnya. (fik)