Hingga Agustus, 77 Kasus Kebakaran Melanda Kota Cirebon

damkar
ILUSTRASI- Pemadam Kebakaran (Damkar)

CIREBON–Musim kemarau, kebakaran menjadi rentan. Berbagai faktor bisa jadi penyebab. Bahkan yang tidak diprediksi sebelumnya. Akibat membuang puntung rokok, misalnya. Periode 1 Januari hingga 9 Agustus siang kemarin, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, sedikitnya telah mencatat 77 kasus.

Mayoritas kebakaran, api ‘melumat’ lahan kosong dengan ilalang, hingga sampah yang dibuang warga. Jumlahnya 44 kasus. Sementara urutan kedua, adalah bangunan. Totalnya 23. Macam-macam jenis bangunan. Seperti rumah atau pasar.

“Kebakaran terbesar tahun 2019 yaitu kebakaran pasar kalitanjung beberapa waktu kemarin. Saat itu kita menerjunkan enam armada untuk memadamkan api. Untuk penyelamatan atau rescue kita sudah lakukan 27 kali di tahun 2019 hingga sekarang (siang kemarin, red),” ujar Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Operasi dan Investigasi Damkar Kota Cirebon Ahmad Wahyudi kepada Radar Cirebon.

Intensitasnya, kasus kebakaran dari tahun ke tahun selalu naik. Bahkan kenaikannya lebih dari 100 persen. Tahun 2016 misalnya. Sepanjang tahun terjadi 38 kasus kebakaran melanda. Sementara 2017, ada 94 kasus dan tahun 2018 ada 194 kasus.

Dinas damkar tidak hanya menangani kasus kebakaran. Beberapa kendala yang biasa dialami masyarakat juga pernah di tangani. Seperti evakuasi sarang tawon atau hewan liar, hingga menyelamatkan orang yang terjebak di lift pada tahun 2018 lalu.

“2019, kami juga pernah menangani kasus kucing yang terjebak di dalam sumur. Alhamdulillah selamat. Termasuk penyelamatan atau penanganan hewan liar seperti ular kobra. Yang sering mah kasus sarang tawon,” kata Dia. (ade)