Homo Erectus Bumiayu Tertua di Asia

BUMIAYU-Fosil manusia purba Homo erectus tertua di Asia kini ada di Indonesia dan Cina. Hal ini menyusul penemuan fosil berusia 1,8 juta tahun di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah belum lama ini.

Arkeolog Balai Arkeologi Yogyakarta, Harry Widianto, mengatakan, fosil Homo erectus di Asia selama ini baru ditemukan di Cina dan Jawa. Selain di dua lokasi itu, cikal bakal manusia modern itu belum pernah ditemukan.

Homo erectus di Asia hanya ada di Jawa dan Cina. Di daratan Asia Tenggara, selain Jawa, belum pernah ada,” kata peneliti senior itu, Kamis (11/7).

Fosil Homo erectus di Cina berumur 1,8 juta tahun. Usia ini tak jauh berbeda dengan fosil di Bumiayu. Harry menyebut, jenis fosil Homo erectus Bumiayu sama dengan fosil manusia purba di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. “Fosil di Bumiayu sama dengan yang di Sangiran, termasuk Homo erectus arkaik,” katanya.

Ia menjelaskan, situs di Bumiayu telah diteliti sejak 1920. Banyak spesies fauna telah ditemukan, seperti gajah purba, kuda laut, kura-kura raksasa, kerbau, hingga rusa. Usia fosil-fosil ini pun terbilang tua, yakni kisaran 2 juta tahun. “Untuk tulang manusia yang tertua di Bumiayu, baru pertama ini,” katanya.

Di daerah Sangiran, temuan Homo erectus memang lebih lengkap dibandingkan Bumiayu. Namun usianya paling tua 1,5 juta tahun atau selisih 300 ribu tahun lebih muda daripada Homo erectus Bumiayu.

Fosil-fosil Homo erectus di Sangiran berjenis arkaik dan tipik. Arkaik tipe fosil paling tua, sedangkan tipik lebih muda dan lebih maju. Adapun Homo erectus di Bumiayu tergolong tipe arkaik.

“Di Sangiran temuan Homo erectus pada lempung hitam formasi Pucangan berusia 1,5 juta tahun. Di Sangiran juga banyak ditemukan tengkorak, rahang, dan tulang panjang,” ucapnya.

Adapun temuan di Bumiayu berupa fosil Homo erectus ini berupa tiga bonggol tulang paha, pecahan rahang bawah dengan akar gigi, dan pecahan tulang paha bagian tengah. (*)

Berita Terkait