Hujan Empat Hari, 30 Laporan Kejadian Bencana

KUNINGAN-DIKEPUNG-BENCANA
BANJIR: Desa Babatan, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, direndam banjir setelah dilanda hujan 6 jam, Jumat (8/2) sore. Foto: Istimewa/Radar Kuningan

KUNINGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan menerima sedikitnya 30 laporan kejadian bencana setelah hujan turun selama empat hari berturut-turut hingga Minggu (10/2). Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Maludin mengungkapkan, bencana yang terjadi adalah banjir bandang akibat luapan sungai, tanah longsor, angin kencang dan pergerakan tanah. Namun demikian, Agus memastikan bencana yang terjadi empat hari berturut-turut tersebut masuk kategori ringan hingga sedang.

Artinya, tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya saja seorang petani Hernawan (56) warga Dusun Kambangan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Ciwaru, mengalami luka ringan setelah tertimbun tanah longsor saat berteduh di sebuah saung, Kamis (7/2) lalu.

“Bencana tanah longsor dan pergerakan tanah terjadi di beberapa lokasi, terutama wilayah Kuningan Selatan seperti Selajambe, Cilebak, Ciniru, Darma dan Hantara. Sedangkan banjir bandang terjadi di Kecamatan Kadugede pada hari Jumat (8/2) menyebabkan puluhan rumah dan kantor desa serta puskesmas sempat terendam hingga kedalaman 1 meter, namun seketika surut saat hujan reda,” ungkap Agus.

Lebih lanjut dikatakan Agus, rentetan kejadian bencana alam masih terjadi pada Sabtu hingga Minggu (9-10/2). Hujan deras yang terjadi pada Sabtu menjelang sore menyebabkan putusnya jembatan Sungai Cimonte di Desa Jalatrang, Kecamatan Cilebak.

“Derasnya aliran sungai menyebabkan pengikisan lapisan tanah sekitar pondasi jembatan hingga akhirnya ambrol. Kerusakan jembatan Cimonte penghubung dua dusun tersebut terbilang parah sehingga tidak bisa dilalui sama sekali. Kondisi ini pun telah mendapat penanganan tim BPBD melakukan assesment ke lokasi, sekaligus penanganan bersama warga dan aparat desa, polsek dan koramil bergotong royong membuat jembatan darurat,” ungkap Agus.

Selain itu, pihaknya masih mendapat laporan sejumlah kejadian bencana di beberapa lokasi pada Minggu dini hari (10/2) dan saat hujan deras sore harinya. Yang terparah adalah tanah longsor di perbatasan Desa Cilebak-Legokherang menyebabkan satu rumah warga atas nama Wanto (35) mengalami rusak berat hingga nyaris rata dengan tanah dan sawah seluas 0,35 hektare rusak tertimbun material longsor.

“Kejadian tanah longsor di Cilebak ini terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Beruntung saat kejadian pemilik rumah sudah mengungsi sehingga kejadian ini tidak sampai merenggut korban jiwa,” ungkap Agus.

Selain itu, lanjut Agus, juga terjadi bencana pergerakan tanah di Desa Bungur Beres, Kecamatan Cilebak, menyebabkan empat rumah warga mengalami rusak sedang dan ringan. Selain itu, ambruknya tembok penahan tebing (TPT) di lokasi tersebut mengancam satu bangunan musala SD dan dua rumah warga lainnya.

Hujan deras pada Minggu sore, kata Agus, juga menyebabkan tanah longsor di tiga lokasi jalan utama Cipasung-Subang. Yang pertama di Blok Camas, Desa Cantilan, Kecamatan Selajambe dan dua titik di Dusun Ciawitali, Desa Cimenga, Kecamatan Darma.

“Tanah longsor menyebabkan timbunan tanah hingga puluhan meter dengan ketebalan hingga 5 meter. Kondisi ini praktis menutup akses jalan menuju kawasan Kuningan Selatan dan bisa dibilang terisolir. Saat ini tim kami masih di lokasi dan tengah berupaya melakukan pembersihan material longsor bersama warga dan aparat pemerintah desa, kecamatan dan dari kepolisian serta TNI, termasuk mengupayakan pengerahan alat berat untuk mempercepat pembersihan,” ujar Agus.

Atas kejadian tersebut, kata Agus, pihaknya kembali mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan ini. Termasuk memperhatikan setiap saluran air, kondisi rumah dan instalasi listrik agar dalam kondisi aman.

“Kepada masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan untuk selalu waspada, apabila wilayahnya diguyur hujan hingga waktu lama dan melihat ada tanda-tanda retak atau pergerakan tanah agar tidak ragu untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Juga kepada para petani di daerah perbukitan untuk menghindari tempat-tempat yang berbahaya, bagi yang di kota jangan buang sampah sembarangan apalagi ke sungai. Tetap saling mengingatkan terhadap tetangga dan saudara untuk selalu waspada. Semoga bencana ini tidak terjadi di sekitar kita,” imbau Agus. (fik)