Hujan, Petani Kabupaten Cirebon Mulai Garap Sawah Lagi

ILUSTRASI-TANAM PADI
ILUSTRASI-TANAM PADI

CIREBON-Musim hujan membawa berkah bagi para petani. Pasalnya, areal persawahan yang tadinya tandus alias kering kerontang, kini setelah diguyur hujan beberapa hari, kawasan persawahan sudah bisa dilakukan untuk bercocok tanam.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon Tasrip Abu Bakar menyampaikan, hujan berturut-turut sudah terjadi di sebagian wilayah di Kabupaten Cirebon. “Iya November rain sudah menjadi pengharapan petani. Petani sudah mulai membajak sawahnya,” kata Tasrip kepada Radar Cirebon.

Dikatakannya, beragam varietas padi yang ditanam sejumlah petani yang mulai menggarap lahan persawahannya, mulai dari Ciherang, IR64, Pandanwangi, beras merah dan jenis lainnya. Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki area persawahan seluas 53.180 Ha. Namun yang cukup subur dan memiliki saluran irigasi yang baik hanya sekitar 46 ribu ha.

Lebih dari itu, sebelum penanaman padi, juga dilakukan persiapan pengolahan lahan harus agar kualitas padi nantinya dapat tumbuh bagus. ¬†“Persiapannya mengenai jenis benih padi yang akan ditanam. Selain itu, persiapan lahan. Dalam pengolahan lahan juga harus dilakukan agar kualitas padi dapat tumbuh bagus,” ungkapnya.

Pada musim tanam padi (MT) pertama tahun 2019 yang mulai berlangsung pada bulan November-Desember 2018 ini, dilakukan oleh para petani biasanya dengan dimulainya musim penghujan tiba. Karena jenis tanaman padi merupakan tanaman yang sangat tergantung oleh air mencapai 90 persen.

“Tanaman padi harus terendam air secara terus-menerus untuk mendapatkan hasil tanaman yang bagus dan berisi. Selain itu juga, harus dipupuk dan disemprot dengan insektisida, untuk membasmi dan mencegah terjangkitnya penyakit padi,” imbuhnya. (via)