Idap Komplikasi Jantung, Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal

FUAD-AMIN_IMAM-HUSEIN-12
Terpidana kasus suap penyaluran gas alam yang juga mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron meninggal dunia di RSUD Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/9). FOTO: IMAM HUSEIN/JAWA POS

SURABAYA – Fuad Amin Imron, terpidana kasus korupsi kasus jual beli gas alam meninggal dunia di RSUD Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/9). Mantan Bupati Bangkalan itu meninggal pada usia 71 tahun.

Kabar duka itu dibenarkan Kepala bagian (Kabag) Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto. “Iya (benar), tapi ini sedang dikonfirmasi lebih lanjut,” kata Ade, dikutip dari JawaPos.com.

Sementara itu, Kepala Lapas Klas 1 Surabaya Tony Nainggolan menyatakan, Fuad meninggal di RS Soetomo Gedung Graha Amerta Surabaya pada sekitar pukul 16.12 WIB.

“Benar Pak Fuad Amin meninggal dunia di RS Soetomo Gedung Graha Amerta Surabaya pada sekitar pukul 16.12 WIB,” ucap Tony.

Tony menduga, Fuad mengidap penyakit jantung dan komplikasi lainnya. Kini jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka.

“Beliau sudah sakit lama. Sakitnya komplikasi jantung dan ginjal tapi yang tahu persis kondisinya adalah dokter,” jelas Tony.

Untuk diketahui, Fuad terbukti menerima suap dari Direktur PT Media Karya Sentosa Antonius Bambang Djatmiko terkait pengurusan izin tambang di Bangkalan, Jawa Timur. Atas putusan itu, dia mengajukan banding.

Banding ditolak, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang kemudian memperberat vonis terhadap mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron.

Fuad yang sebelumnya divonis delapan tahun penjara ditambah hukumannya menjadi 13 tahun penjara. Akhir Desember 2018, tahanannya dipindahkan dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Porong, Jawa Timur karena sakit yang dideritanya. (JP)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait