Indramayu Kota Adipura tapi Volume Sampah 1.300 Ton Per Hari

Sampah-Saluran-irigasi-dipenuhi-sampah
SAMPAH: Saluran irigasi di wilayah Karangampel Kabupaten Indramayu dipenuhi sampah. FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU –Indramayu merupakan Kota Adipura. Namun bukan berarti bebas dari pesoalan sampah. Persoalan sampah masih menjadi masalah serius di Kabupaten Indramayu. Penyebabnya, volume sampah yang ada tak sebanding dengan fasilitas maupun tenaga yang ada.

Hal itu diperparah dengan kesadaran warga yang masih kurang, untuk tidak membuang sampah sembarangan. Pantauan Radar Indramayu, masih banyak sampah berceceran di areal- lahan kosong maupun di tepi jalan. Bahkan sampah kerap terlihat di saluran irigasi maupun di kali.

Aktivis lingkungan, Damuri menuturkan, banyaknya sampah yang bercecaran akibat masih kurangnya kesadaran dari masyarakat. Masih banyak warga yang membuang sampah di sembarang tempat seperti di tepi jalan, hingga di saluran irigasi.

Selain mengganggu pemandangan, sampah yang berceceran juga berpengaruh terhadap kesehatan warga. “Dibutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Inilah yang sangat sulit diterapkan di masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir Aep Surahman menjelaskan, dalam sehari total sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Indramayu bisa mencapai 1.300 ton. Menurutnya, kenaikkan volume sampah itu seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Indramayu.

Dari total jumlah sampah tersebut, kata Aep, masih sedikit yang bisa terangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Indramayu. “Baru sekitar 30 persen saja sampah yang bisa terangkut,” ujar Aep.

Aep mengungkapkan, kendala yang dihadapi di lapangan di antaranya jumlah personel petugas kebersihan yang ada cukup terbatas. Menurutnya, jumlahnya belum bisa menutupi kebutuhan yang ada di wilayah-wilayah pinggiran. Selain itu, armada pengangkut sampah pun sangat terbatas. “Saat ini kami hanya punya armada 45 unit,” ujar dia.

Padahal idealnya setiap kecamatan di Kabupaten Indramayu dilayani oleh 3 truk armada pengangkut sampah. Dengan total kecamatan di Indramayu ada sebanyak 31, berarti memang masih sangat kurang.

Aep menambahkan, saat ini di Indramayu hanya ada dua tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, yaitu TPA Pecuk dan Kertawinangun. Untuk TPA Pecuk, volume sampah juga sudah menumpuk. Bahkan rencananya akan dilakukan perluasan tahun depan.

Sementara untuk TPA Kertawinangun direncanakan dibangun untuk menampung sampah dari wilayah Indramayu bagian barat. Dikatakan, pembangunan TPA Kertawinangun diharapkan sudah selesai pada Januari 2019. (oet)