Info dari Internal PDIP, Selly Segera Gantikan Gotas sebagai Wakil Bupati

Ilustrasi. (dok radarcirebon.com)

CIREBON- Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Selly Andriani Gantina diyakini akan menggantikan Tasiya Soemadi Algotas sebagai Wabup Cirebon. Sumber di internal partai berlambang moncong putih dalam sambutan itu mengatakan DPP PDIP telah menunjuk Selly sebagai wabup. “Iya Ibu Selly,” ujarnya, kemarin.

Rencanannya, SK DPP PDIP soal penunjukkan Selly akan turun hari ini, (2/8).  “SK dari DPP sudah turun. Jumat SK penunjukkan ibu Selly dibacakan dalam Rakor DPC PDIP di sebuah hotel di Tuparev,” katanya.

Menurutnya, DPP PDIP akan langsung menentukan satu nama. Sehingga panlih DPRD Kabupaten Cirebon tidak akan melakukan voting. “Jadi tiadak ada dua nama, karena DPP sendiri akan langsung mengeluarkan satu nama. Sehingga tidak ada voting, langsung paripurna lalu diajukan ke gubernur dan dilanjutkan dengan proses pelantikan,” ulasnya.

Terpisah, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Cirebon Edi Mustofa mengatakan pihaknya belum menerima kepastian dari DPP PDIP. Edi masih menunggu kabar dan surat SK DPP PDIP. “Prosesnya masih di DPP. Terkait informasi DPP menunjuk Ibu Selly sebagai wabup, kami kurang paham. Yang jelas sampai saat ini yang kami tahu masih lima orang yang masih dalam seleksi di DPP,” tuturnya.

Edi memprediksi dalam waktu dekat ini SK DPP PDIP mengenai pengganti Gotas akan turun. “Insya Allah, mudah-mudahan dalam waktu dekat. Kami masih tetap menunggu dari DPP,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Panlih Wakil Bupati Periode 2014-2019 Rudiana SE mengatakan dari hasil konsultasi dengan Kemendagri, pelaksanaan pemilihan wakil bupati tidak mesti dilakukan terburu-buru.

“Pengisian kekosongan wakil bupati tidak tidak harus tuntas di bulan Agustus- September. Karena kita masih punya banyak waktu. Meski demikian, kami menginginkan kekosongan wakil bupati segera terisi. Tapi, itu semua tergantung dari partai pengusung apakah sudah mengeluarkan dua nama bacawabup atau belum,” kata Rudiana kepada Radar, Selasa (1/8).

Politisi PDIP itu mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu usulan dari partai pengusung untuk mengisi kekosongan wakil bupati. Setidaknya ada 8 tahapan dalam proses pemilihan wakil bupati. Tapi, tahapan itu belum berjalan. Sebab, belum ada nama bacawabup yang muncul di panlih.

“Tahapan panlih itu penyusunan program dan penetapan jadwal, pengumuman dan pemberitahuan penyampaikan bacawabup. Kemudian pendaftaran, penerimaan berkas dan persyaratan bacawabup,” kata ketua PAC PDIP Kecamatan Jamblang itu.

Selanjutnya, penelitian persyaratan administrasi bacawabup, penetapan bacawabup, pemungutan dan perhitungan suara, penetapan hasil pemungutan dan penghitungan suara dan yang terakhir adalah penetapan calon wakil bupati terpilih.

“Dari 8 tahapan ini semuanya belum dijadwalkan, baik waktu dan tanggal pastinya. Tapi, dari semua tahapan itu diberikan waktu masing-masing tiga hari, utamanya pada penerimaan, pemeriksaan dan perbaikan dokumen wakil bupati,” terangnya.

Rudiana mengungkapkan, akan melayangkan surat ke partai pengusung di pekan ini. Kemudian, pekan depan panlih akan melakukan silaturahmi ke DPC PDIP untuk menanyakan secara langsung kapan menyerahkan dua nama bacawabup. Yang jelas, ada dua calon wakil bupati yang akan diusulkan ke DPRD untuk kemudian dilakukan pemilihan. (den/sam)