Ini Biaya yang Dikeluarkan Orang Tua Menjelang Tahun Ajaran Baru

Warga berbelanja perlengkapan sekolah di Toko Jodoh Jl Lawanggada. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Pekan depan tahun ajaran baru resmi di mulai. Ada siswa yang naik jenjang pendidikan. Ada yang naik kelas. Sementara para orang tua mesti keluar uang ekstra untuk menutup beragam kebutuhan ini. Berapa rata-rata yang dialokasikan?

Hampir sepekan terakhir Jl Lawanggada lebih padat dari biasanya. Dari emperan sampai pertokoan berlomba menawarkan barang dagangannya. Mayoritas menyediakan alat tulis, seragam hingga perlengkapan lainnya.

Aisyah Ahmad (43) salah satu orang tua yang tengah disibukan dengan persiapan tahun ajaran baru.  persiapan setiap tahun untuk kebutuhan sekolah itu selalu disiapkannya setiap tahun. Putri bungsunya naik kelas 2 SMA. Untuk perlengkapannya saja, ia sudah habis Rp1 juta. Tapi itu belum termasuk biaya yang harus dikeluarkan di sekolah. “Mau nggak mau ya beli baru. Kalau nggak ganti, seragamnya kumal,” tuturnya.

Bila dirinci, untuk membeli seragam satu pasang saja bisa habis Rp300 ribu. Untuk sepatu baru paling tidak Rp250 ribu, tas sekolah Rp250 ribu. Alat tulis mulai dari buku-buku dan lainnya bisa habis Rp200 ribu. “Tahun ini anak saya naik ke kelas 2 SMA. Kebutuhannya makin banyak, maka dari itu siap-siapnya dari kemarin. Paling mahal untuk beli seragam sekitar Rp300 ribuan,” ungkapnya.

Jumlah tersebut diakuinya belum termasuk dengan daftar ulang di sekolah, ataupun seragam di luar putih-abu. Sudah pasti, pengeluarannya akan kembali bertambah. Jadinya, Aisyah pun waswas dengan pengeluaran  yang belum bisa diprediksinya itu.

Untuk orang tua yang punya anak dua, biayanya tentu lebih besar lagi. Wastika (47) misalnya. Dia harus menyiapkan persiapan menyambut tahun ajaran baru untuk dua orang sekaligus. Satu yang duduk di bangku kelas 11 SMA, dengan putra keduanya yang masih duduk di bangku SMP kelas 3.

Sudah pasti pembiayaan yang harus dikeluarkannya dua kali lipat dari biasanya. “Yang satu kelas 2 SMA, yang satu lagi kelas 3 SMP. Tahun ajaran baru ya biasanya saya beli buku dan keperluan anak. Kalau seragam saya ganti kalau sudah lusuh aja. Yang butuh biaya berlebih kalau sudah untuk tas sama sepatu,” jelasnya.

Kurang lebih Rp2 juta disiapkannya untuk mennyambut tahun ajaran baru. Di tahun ini dirinya hanya membelikan anak-anaknya kebutuhan buku dan alat tulisnya serta sepatu dan tasnya. “Yang besar saya kasih Rp1 juta untuk beli-belinya. Yang kedua masih SMP sekitar Rp800 ribuan. Sisanya untuk beli buku dan alat tulisnya,” tambahnya.

Toko Jodoh di Jl Lawanggada sudah seperti ikon tahun ajaran baru. Sejak pagi hingga petang nyaris tak putus didatangi pembeli. Momen kenaikan kelas juga penerimaan siswa baru membuat para pekerjanya sibuk luar biasa. Siti (33) salah satunya. Momen tahun ajaran baru selalu ditunggu toko perlengkapan sekolah. Bahkan untuk menyiapkannya, sudah dua bulan karyawan lembur. “Nanti baru selesai lemburnya sebelum 17 Agustusan,” katanya.

Dari momen kenaikan kelas juga penerimaan siswa baru ini, penjualan seragam dan atribut meningkat hingga 100 persen. Yang dijual sudah pasti seragam SD, SMP, SMA. Mayorits yang berdatangan merupakan warga lokal maupun pelanggan yang sudah kerap kali membeli baju di toko tersebut.

Tak heran, aktivitas jual beli di toko tersebut ramai bukan kepalang. Karyawan sibuk bergiliran melayani pembeli yang datang bergantian. Bahkan kurang daei 15 menit Radar berada di lokasi, sedikitnya 5 orang sudah bergantian membeli di toko tersebut. “Kalau musim anak sekolah seperti ini baru tutup setengah sembilan malam,” ungkapnya.

Tak jauh dari sana, Sujana (43) turut memanfaatkan momen ramainya deretan toko seragam di Jl Lawanggada. Dirinya membuka lapak di emperan toko. “Tiap tahun gini. Lumayan mumpun musim anak sekolahan,” ucapnya. (myg)

Berita Terkait