Innalillahi, 6 Jamaah Haji Cirebon Wafat di Saudi

ILUSTRASI-MAYAT
ILUSTRASI

CIREBON-Sebanyak enam jamaah haji asal Kabupaten Cirebon meninggal dunia di Arab Saudi. Tiga jamaah meninggal saat mendapatkan perawatan di rumah sakit, 3 lainnya meninggal dunia di hotel.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon Khidir mengatakan jamaah haji yang meninggal, berdasarkan ketentuan dimakamkan di Arab Saudi. “Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon menyampaikan turut berduka dan berdoa seluruh amal ibadah jamaah yang meninggal diterima oleh Allah SWT. Semoga tidak bertambah lagi,” ujarnya.

Menurutnya, jamaah haji asal Kabupaten Cirebon yang meninggal saat melaksanakan ibadah haji dikarenakan sebelumnya sakit dan telah berusia lanjut. “Semuanya sudah mengikuti proses rangkaian ibadah, meninggal karena kecapekan,” terangnya.

Para jamaah yang meninggal antara lain Mukali Sukmajati, warga Kelurahan Sidawangi, Kecamatan Sumber, Kloter 89 KBH An Naser. Mukali meninggal di RS Jabal Rahmah. Kedua, Ermadia Setia Umbara, warga Desa Asem, Lemahabang, Kloter 52 KBH Wadifatimah. Ermadia wafat di rumah sakit.

Ketiga, Rusja warga Desa Waled Kota, Kecamatan Waled, dari Kloter 5 KBH Muawanah, meninggal di Rumah Sakit King Abdul Azis, Makkah. Kemudian Radija Saman Aksan, warga Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala dari kloter 57 KBH Nurul Hidayah, meninggal di Hotel Abeer.

Mohamad Anwar Muchsim, warga Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun dari kloter 32 KBH Al Washliyah meninggal di Hotel Abeer, serta Satiyem warga Desa Panunggul, Kecamatan Gegesik dari kloter 32 KBH Aziziyah yang meninggal Hotel Abeer.

Sementara itu, kepulangan jamaah dibayangi dengan cuaca yang begitu terik. PPIH lagi-lagi meminta jamaah menggunakan alat pelindung diri ketika beraktivitas di luar ruangan. Seiring dengan kondisi ini, pos-pos pengendali layanan tetap siaga meskipun intensitas jamaah mulai berkurang.

“Dan kami sampaikan bahwa cuaca di Makkah dan Madinah berbeda. Cuaca di Madinah mencapai 43 hingga 44 derajat Celsius. Ini perlu diantisipasi,” kata Kepala Sektor 5 Daerah Kerja (Daker) Madinah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019, Khalilurrahman.

Untuk meminimalisasi dampak dari sinar matahari yang terik, pria yang akrab disapa Khalil itu mengingatkan jamaah haji untuk memakai masker, kacamata, dan alas kaki saat keluar hotel. Termasuk saat masuk ke Masjid Nabawi, alas kaki harus dibawa oleh masing-masing jamaah. “Jangan sampai ketika berangkat ke masjid meninggalkan sandalnya di tempat penitipan, dibawa atau dititipkan kepada temannya. Kami sarankan agar membawa masing-masing sandalnya,” katanya.

Peringatan ini mendasarkan pada pengalaman jamaah haji gelombang 1 yang tinggal di Madinah dahulu sebelum masa puncak haji. Banyak yang kakinya melepuh lantaran kehilangan sandal di Masjid Nabawi dan memaksakan diri berjalan tanpa alas kaki.

“Untuk kenyamanan jamaah saat beribadah di Masjid Nabawi, jangan membawa barang berharga atau uang secara berlebihan karena banyaknya kasus jamaah kecurian seperti yang dialami oleh jamaah gelombang pertama,” katanya.

Ya, pos-pos layanan jamaah dari para petugas haji tetap disiagakan di Masjidilharam di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, meskipun intensitas jamaah sudah mulai berkurang karena banyak dari mereka yang telah kembali ke Tanah Air.

“Petugas Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) akan tetap mengawal jamaah di Masjidilharam dan Masjid Nabawi, meskipun saat ini sudah tidak sepadat saat menjelang musim Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina),” kata Sekretaris (P3JH) dr Pradipta Suarsyaf.

Ia mengatakan, saat ini kasus-kasus gangguan kesehatan jamaah baik di Masjidilharam maupun di Masjid Nabawi sudah jauh menurun. P3JH, kata dia, tak mengurangi jumlah pos yang dioperasikan di dua masjid itu, terutama di Masjidilharam. Jumlah pos tetap saja. “Kita tambah penguatan di masjid baru di perluasan Masjidilharam yang belakang itu kita sisir,” katanya.

Untuk di Masjidilharam, diakuinya saat ini kondisi tidak sepadat sepekan lalu dan pengamanan dari para askar (petugas keamanan) juga tidak seketat beberapa waktu sebelumnya. Saat ini bahkan untuk masuk ke area dalam Masjidilharam dari Pintu Marwah masih bisa diakses satu jam sebelum waktu shalat fardu tiba. Padahal sebelumnya beberapa jam sebelum waktu salat sudah ditutup. (sam/ful/fin)

Berita Terkait