Innalillahi, Petani Tewas Tersambar Petir di Sawah

Petugas memeriksa tubuh Zaenudin setelah dievakuasi dari area persawahan di Desa Seuseupan, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon. FOTO: POLSEK KARANGSEMBUNG FOR RADAR CIREBON
Petugas memeriksa tubuh Zaenudin setelah dievakuasi dari area persawahan di Desa Seuseupan, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon.FOTO: POLSEK KARANGSEMBUNG FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Zaenudin (60) meninggal dunia. Warga Dusun 2, RT 05 RW 03, Desa Seuseupan, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon itu ditemukan di sawahnya sendiri, Minggu (24/2). Beberapa bagian tubuh diketahui mengalami luka bakar. Kuat dugaan ia tersambar petir.

Kapolsek Karangsambung AKP Sudarman mengatakan jasad Zaenudin diketahui pertama warga sekitar yang sedang mencari rumput di sawah. Seorang warga yang mengetahui adanya tubuh korban, bergegas pulang dan menghubungi tetangga.

“Diketahui pertama kali sekitar pukul 09.00 WIB oleh warga setempat. Korban ini ditemukan meninggal di sawahnya sendiri. Kami yang mendapatkan informasi dari aparat Desa Seuseupan langsung ke lokasi kejadian bersama tim medis dari Puskesmas Kubangdeleng,” ujar kapolsek.

Sampai di lokasi kejadian, polisi langsung mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, dan bersama tim kesehatan mengecek mayat korban yang tergeletak di sawah. “Dari pemeriksaan tim medis, korban meninggal diduga karena tersambar petir. Hal itu karena didapati juga luka bakar di bagian kepala, tangan, dan perut. Dari pemeriksaan juga tidak ditemukan luka akibat dari kekerasan. Artinya korban meninggal diakibatkan karena tersambar petir,” papar kapolsek.

Saat itu juga korban dievakuasi ke rumahnya yang jaraknya tak jauh dari lokasi kejadian. “Pihak keluarga tak menghendaki otopsi, walau sudah ditawarkan. Keluarga  menganggap kejadian ini suatu musibah. Jadi dibuatkan surat bahwa keluarga tidak mengizinkan adanya otopsi. Sehingga jenazah langsung diurus untuk dimakamkan,” pungkas kapolsek. (cep)