Innalillahi, Rombongan Pengantar Pengantin Kecelakaan di Kuningan, Tiga Tewas, 2 Korban Merupakan Ayah dan Anak

Jenazah korban kecelakaan dipulangkan ke Dusun Waru Dongko, Desa/Kecamatan Cipicung, Kuningan. FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN
Jenazah korban kecelakaan dipulangkan ke Dusun Waru Dongko, Desa/Kecamatan Cipicung, Kuningan.FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Kecelakaan maut terjadi di Jl Raya Cirendang-Gunung Keling, Kuningan, Senin pagi (10/6). Kecelakaan itu melibatkan sepeda motor Honda Beat dengan angkutan umum jenis Elf jurusan Cikijing-Kuningan. Tiga korban tewas. Dua tak tertolong di lokasi kejadian; seorang ayah dan anaknya.

Korban tewas adalah pengendara motor Honda Beat bernama Nana Setiawan (54) warga Dusun Waru Dongko, Desa/Kecamatan Cipicung. Anak Nana yang bernama Farid (10), juga tak tertolong. Korban lainnya adalah Sanan (48). Nana mengemudikan motor dengan membonceng Farid di bagian depan, sementara Sanan di belakang.

Kecelakaan saat Nana melaju dengan Honda Beat nopol E 6156 XY dari arah timur dan tak bisa menghindari mobil Elf nopol E 7737 yang melaju kencang dari arah Gunung Keling. Benturan keras menyebabkan Nana dan anaknya tewas seketika di lokasi kejadian dengan luka serius di bagian kepala. Sementara Sanan yang terpental hingga beberapa meter, sempat dilarikan ke RSU Sekarkamulyan Cigugur, namun nyawanya tak tertolong.

Kecelakaan ini pun langsung mendapat penanganan anggota Unit Laka Polres Kuningan dengan melakukan olah TKP sekaligus mengevakuasi para korban. Dua korban tewas yang merupakan ayah dan anak langsung dibawa ke kamar mayat RSUD ’45 untuk dimandikan dan dikafani.

“Dua korban meninggal adalah ayah dan anak. Kalau Pak Sanan yang dibonceng belakang merupakan tetangga Pak Nana yang rumahnya hanya terpisah jalan kecil. Mereka dalam perjalanan rombongan pengantar pengantin ke Desa Jambar, Kecamatan Kadugede,” ungkap Kasi Ekbang Desa Cipicung Jeje Sukarja saat ditemui Radar Kuningan ketika menjemput jenazah di kamar mayat RSUD 45 Kuningan.

Kejadian tragis tersebut, kata Jeje, sudah dikabarkan kepada pihak keluarga masing-masing. Namun untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan, mereka tak diizinkan menyusul ke rumah sakit. Cukup menunggu di rumah masing-masing.

“Keluarga sangat shock dengan kejadian ini. Makanya keluarga korban tidak kami ajak ke sini (rumah sakit, red). Biar kami dari pemerintah Desa Cipicung yang menjemput tiga jenazah untuk kemudian dibawa pulang dan kebumikan di pemakaman desa,” ujar Jeje.

Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Kuningan Ipda Sukma mengatakan peristiwa maut di Jl Raya Cirendang-Gunung Keling tersebut tengah dalam penanganannya. Pihaknya telah mengamankan sopir Elf yaitu Budi Setiawan yang masih berusia 21 tahun warga Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya. Termasuk membawa kendaraan yang terlibat kecelakaan yakni Elf dan motor Honda Beat ke Mapolres Kuningan.

“Kami sudah mengamankan sopir Elf ke mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga sudah melakukan olah TKP dan mencari ketarangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian, termasuk para penumpang Elf untuk mencari siapa yang bersalah dalam kecelakaan ini,” ujar Sukma saat proses olah TKP.

Namun demikian, Sukma menjelaskan, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung ketika Elf maupun motor Beat melaju dalam kecepatan tinggi. “Posisi kendaraan yang terlalu tengah dan melaju dengan kecepatan tinggi menyebabkan tabrakan tak terhindarkan. Korban yang meninggal pun diduga akibat terjadi benturan keras dengan bodi Elf bagian depan,” kata Sukma. (fik)

Berita Terkait