Ironis, Baru 7 Bulan Nikah, Ato Tewas Kesetrum

Dua Pekerja Galian Kabel Asal Cirebon Pulang Tinggal Nama

Isteri korban menunukkan foto Ato Rosito (22) warga Desa Karang Asem Kecamatan Karang Wareng yang tewas kesetrum bersama dengan sepupunya Rizal Maulana (21) di Jakarta. Korban tewas saat bekerja membuat galian kabel. FOTO:ANDRI WIGUNA / RADAR CIREBON
Isteri korban menunukkan foto Ato Rosito (22) warga Desa Karang Asem Kecamatan Karang Wareng yang tewas kesetrum bersama dengan sepupunya Rizal Maulana (21) di Jakarta. Korban tewas saat bekerja membuat galian kabel.FOTO:ANDRI WIGUNA / RADAR CIREBON

CIREBON–Suasana duka masih menyelimuti kediaman keluarga almarhum Ato Rosito (22) warga Desa Karang Asem, Kecamatan, Karangwareng, Kabupaten Cirebon yang tewas kesetrum saat bekerja galian kabel di Jakarta Jumat (29/3).

Pria yang baru menikah sekitar tujuh bulan itu  meregang nyawa bersama sepupunya Rizal Maulana (21) warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon. Keduanya tergeletak di dalam lubang galian setelah tersetrum ketika bertugas membuat lubang (borring) di pinggir jalan di Jatinegara, Jakarta Timur Kamis (28/3) sekitar pukul 14.00 WIB.

Istri korban, Siti Nurbaeti sendiri masih tak percaya sang suami pergi begitu cepat. Terlebih sebelum berpamitan merantau ke Jakarta, ia tidak memiliki firasat buruk atau bermimpi hal-hal aneh tentang suaminya.

“Berangkat itu malam Kamis berarti tanggal 27. Dapat kabar Kamis siang sekitar jam 2 siang. Yang kasih kabar mertua saya. Kerjanya bareng di sana, tak ada firasat sebelumnya. Mimpi aneh pun tidak,” ujarnya.

Hanya saja menurut Siti, ada perilaku korban yang tidak biasanya. Pagi hari sebelum berangkat, almarhum sempat membeli burung lovebird untuk dipelihara. Padahal setahu Siti, suaminya bukanlah penggemar burung dan baru kali ini punya burung peliharaan.

“Saya tanya kenapa beli burung padahal mau berangkat ke Jakarta, nanti siapa yang kasih makan. Kata suami bilangnya buat kenang-kenangan, padahal saya tahu dia tidak suka burung,” kenangnya.

Selain itu, pada pagi harinya sebelum membeli burung, almarhum bangun begitu pagi. Padahal biasanya almarhum bangun siang. Korban sendiri sebelumnya baru berada di rumah sekitar satu minggu. Sudah lima tahun terakhir berkerja bersama orang tuanya di galian kabel. “Saya masih bingung. Masih kaget dan shock tidak percaya. Korban satunya juga itu masih saudara suami, masih sepupuan. Saya nikah sekitar bulan Agustus 2018, jadi baru sekitar 7 bulanan,”paparnya.

Sementara itu, paman korban Watim (69) kepada Radar Cirebon menuturkan, setelah insiden kesetrum tersebut, ibu kandung korban yang saat ini sedang hamil 9 bulan langsung dilarikan ke Puskesmas Kubangdeleg untuk dirawat karena shock dan tidak mau makan. Keluarga khawatir dengan kondisi ibu korban, terutama khawatir soal kondisi kehamilannya.

“Ibunya itu lagi hamil besar, mau melahirkan. Ibunya shock dan dilarikan ke puskesmas untuk ditangani medis. Korban sendiri merupakan anak sulung, dia punya adik satu. Jenazah tadi datang pagi (kemarin pagi, red) dan langsung dikebumikan siangnya. Datangnya bareng dengan sepupunya, cuma dimakamkan di lokasi yang berbeda,” jelasnya. (dri)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait