IRT Tewas Tertabrak KA di Perlintasan tanpa Palang Pintu KM 174+1

Tertabrak-KA-Tanpa-Palang-Pintu
Warga menunjukkan lokasi korban terpental setelah tertabrak kereta api Cirebon-Ekspres di perlintasan tanpa palang pintu Desa Bunder, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Senin (20/5). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Seorang pemotor, Dasini (32), tewas tertabrak kereta api, Senin (20/5). Informasi yang dihimpun wartawan Radar Indramayu di lapangan, perempuan asal Blok Bunder Kolot Desa Bunder, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, itu tertabrak kereta api (KA) Cirebon Ekspres arah Cirebon-Gambir di perlintasan KA tanpa palang pintu KM 174+1.

Saat itu korban saat hendak menyebrangi perlintasan menggunakan sepeda motor metik nopol E 4906 SY. Akibatnya, korban terpental sejauh 5 meter dari lokasi dan meninggal seketika dengan luka berat di bagian kepala dan tubuh korban.

Saksi mata, Darmadi (31) mengatakan, melihat korban dari kejauhan hendak menyeberang melintasan perlintasan kereta api di Blok Bunder Kolot Desa Bunder menggunakan sepeda motor. Entah apa yang mengakibatkan korban tidak melihat adanya kereta api yang akan melintas dari kedua arah.

“Korban langsung tertabrak KA Cirebon Ekspres dari arah Cirebon- Jakarta (Gambir), terpental bersama kendaraannya sejauh 5 meter dari lokasi kejadian,” ungkap  Darmadi.

Bersama warga lainnya, Darmadi langsung mengecek kondisi korban yang sudah meninggal dengan luka parah. “Saya dibantu warga lain berusaha mengangkut korban dan kendaraanya ke pinggir jalan. Warga langsung menghubungi apara kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Widasari AKP I Komang Sarjana mengatakan, menerima laporan dari warga terkait insiden itu sekitar pukul sembilan pagi. Bersama anggota, Komang langsung melakukan cek TKP dan memeriksa keterangan dari para saksi.

“Korban diduga tidak melihat adanya dua kereta api yang datang dari arah Cirebon-Jakarta. Karena pada saat itu datang dua kereta api dari kedua arah,” katanya.

Dikatakan Komang, berdasarkan keterangan keluarga korban, ibu rumah tangga (IRT) itu keluar dari rumah sekitar pukul 08.30 WIB untuk pergi ke Jatibarang langsung menjemput anaknya yang masih bersekolah di SDN Bunder.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan outopsi, karena keluarga menyadari kejadian meninggalnya Dasini adalah musibah, jenazah langsung dibawa kerumah duka untuk dimakamkan,” pungkasnya. (oni)

Berita Terkait