Jabar Punya Program Smart Trans

Kadisnakertras Jabar Ade Afriandi
Kadisnakertras JabarAde Afriandi

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat punya inovasi dalam program transmigrasi. Yakni, smart trans. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Jawa Barat, Ade Afriandi saat jumpa pers di kantornya, Jln Soekarno-Hatta Nomor 532, Sekejati, Kota Bandung, Minggu (12/5).

Dijelaskan Ade, smart trans artinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke depan tidak lagi fokus pada pengiriman transmigran.

Tapi, fokus pada mengikat rasa emosional transmigran asal Jawa Barat yang sudah menetap di daerah transmigrasi.  “Artinya, mereka tidak lepas dari akar budaya Jawa Barat,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya akan membantu pemerintah daerah setempat untuk memberikan pelatihan kepada transmigran asal Jawa Barat.

“Mereka yang sudah menetap akan diberikan pelatihan keterampilan olah tanah, mengolah hasil produksi dan pasar, sehingga ada transformasi untuk menjadi petani sekaligus pengusaha,” imbuhnya.

Kendati demikian, Disnakertrans Provinsi Jawa Barat tidak menutup pintu apabila ada warga Jawa Barat yang ingin bertransmigrasi, tapi akan diproyeksikan menjadi smart trans.

“Sebelum berangkat mereka harus diberikan keterampilan, mengolah tanah, mengolah hasil pertaniannya dan mengolah pasar,” bebernya.

Apabila sudah tidak mau, maka Ade akan fokus kepada yang sudah menjadi transmigran. “Memang program ini kecil, tapi nanti akan menjadi besar dengan konsep tersebut,” tambahnya.

Untuk wilayah penyebarannya, menurut mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa  Provinsi Jawa Barat tersebut, transmigran asal Jawa Barat menyebar di Pulau Kalimantan dan Sulawesi.

“Pekan depan kami akan ke Pulau Muna di Kendari. Ada sedikit kendala mengenai penempatan lokasi transmigran. Asalnya dari pesisir tapi ditempatkan di gunung,” tuturnya.  (jun)