Jadi Target Bom Mobil, Menhan Yaman Selamat

SERANGAN BOM. Pasukan keamanan Yaman memeriksa lokasi serangan bom mobil yang menargetkan konvoi menteri pertahanan Mayjen Muhammad Nasir Ahmad di Sanaa, Selasa (11/9).

Sehari setelah Tokoh Al Qaeda Tewas Dirudal Jet AS

SERANGAN BOM. Pasukan keamanan Yaman memeriksa lokasi serangan bom mobil yang menargetkan konvoi menteri pertahanan Mayjen Muhammad Nasir Ahmad di Sanaa, Selasa (11/9).

SANA’A – Serangan bom mobil menghajar rombongan menteri pertahanan (menhan) Yaman ketika iring-iringan mobil mereka melintasi jalanan ibu kota kemarin (11/9). Menhan Mayjen Muhammad Nasir Ahmad, yang menjadi target utama serangan itu, selamat alias lolos dari maut. Dia sama sekali tidak mengalami luka-luka.

Tetapi, aksi bom mobil tersebut merenggut sedikitnya 13 nyawa. Delapan pengawal sang menteri termasuk di antara 13 korban tewas. Lima korban jiwa lainnya adalah warga sipil yang kebetulan melintas di jalan.

Sumber di kalangan pemerintahan Yaman, yang enggan disebut identitasnya karena tidak berwenang memberikan keterangan kepada pers, mengungkapkan bahwa serangan terjadi ketika konvoi mobil yang membawa Nassir Ahmad melaju menuju pusat Kota Sana’a untuk menghadiri rapat kabinet. Dalam perjalanan itulah, serangan bom mobil tiba-tiba datang.

’’Sebuah mobil perangkap sudah menunggu rombongan kendaraan menteri di dekat kompleks kantor pemerintah.  Saat mobil itu bergerak dan mendekat, tiba-tiba kemudian terjadi ledakan dahsyat,’’ papar seorang petugas keamanan. ’’Sebuah mobil pengawal hancur total dan seluruh petugas di dalamnya tewas. Pak menteri selamat karena berada di dalam mobil lapis baja,’’ tambahnya.

Nasir Ahmad beberapa kali menjadi target serangan dan percobaan pembunuhan, namun selalu selamat. Serangan terhadap dirinya kemarin merupakan kali keempat sejak pemerintahan baru Yaman terbentuk Desember tahun lalu.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom itu. Tetapi, banyak pihak yakin bahwa aksi tersebut dilancarkan Al Qaeda.

Sebab, Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) terlibat dan bertanggung jawab dalam beberapa serangan di masa lalu. AQAP, yang dibentuk pada Januari 2009 melalui penggabungan dua kantor regional Al Qaeda di Yaman dan Arab Saudi, menuduh Nasir Ahmad sengaja melancarkan kampanye dan perang untuk mengusir mereka dari wilayah selatan Yaman, basis kelompok itu selama ini.

Apalagi, sehari sebelumnya seorang pemimpin Al Qaeda menjadi korban serangan udara yang dilancarkan jet tempur Amerika Serikat (AS). Said al-Shihri, orang kedua dalam komando AQAP, dilaporkan tewas Senin lalu (10/9) saat pesawat AS melancarkan operasi di selatan Yaman.

Shihri adalah tokoh Al Qaeda yang berasal dan berstatus sebagai warga negara Arab Saudi. Dia bebas dari tahanan AS di Teluk Guantanamo, Kuba, pada 2007.

Para pejabat Yaman menyatakan bahwa sebuah rudal yang ditembakkan pesawat AS menewaskan Shihri dan lima orang lain. Saat itu, mereka melintas di jalan dalam sebuah mobil.

Kematian Shiri merupakan pukulan telak bagi operasi Al Qaeda di lapangan dan menjadi keberhasilan besar bagi AS dalam melumpuhkan organisasi itu. AQAP saat ini dinilai sebagai organisasi Al Qaeda paling aktif di dunia. Mereka merancang dan melancarkan serangan atas target-target strategis milik pemerintah Yaman dan AS di wilayah itu.

AQAP mengambil keuntungan dari kevakuman politik selama revolusi rakyat yang terinspirasi Arab Spring tahun lalu. Mereka keluar dari persembunyian di pegunungan dan mengambil alih kontrol wilayah perbukitan serta area lain di selatan Yaman. Namun, militer Yaman, yang didukung AS, melancarkan operasi intensif dan berhasil memukul Al Qaeda dari sejumlah kota. (AP/RTR/cak/dwi)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait