Jadwal Distribusi Logistik Pemilu di Kabupaten Cirebon Mepet

ILUSTRASI

CIREBON–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon bakal keteteran. Pasalnya, jadwal pendistribusian logistik pemilu serentak 17 April mendatang oleh KPU RI mepet. 15 Maret logistik baru tiba di Cirebon. Dan itu hanya surat suara DPD RI.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon  Saefuddin Jazuli MSi mengatakan, pertengahan Maret logistik tiba di Kabupaten Cirebon. Namun, jadwal logistik itu berbeda-beda. Tanggal 15 Maret dijadwalkan KPU menerima surat suara untuk DPD.

Kemudian tanggal 16 Maret surat suara untuk Pilpres dan DPR RI. Selanjutnya, tanggal 21 Maret surat suara untuk DPRD Provinsi, dan terakhir tanggal 30 Maret surat suara untuk DPRD Kabupaten. “Kami sudah meminta kepada KPU RI untuk dipercepat dalam hal pengiriman surat suara. Tapi, tetap saja KPU RI sudah menjadwalkan untuk KPU Kabupaten Cirebon bakal menerima surat suara pada pertengahan hingga akhir bulan Maret ini,” ujarnya, kepada Radar Cirebon.

Pria yang akrab disapa Asep itu mengaku, jadwal pendistribusian logistik pemilu ini sangat mepet. Tapi, semua itu harus selesai sebelum pelaksanaan pemilu. Untuk teknis pelipatan surat suara pihaknya pasti akan melibatkan 500 orang dalam satu hari.

500 orang itu nantinya diperuntukkan melipat satu jenis surat suara. Teknisnya, semua barang logistik disimpan di asrama balai pelatihan kerja (BLK), lalu dilipat di Aula BLK dan Gor Plumbon. “Mepet jelas dan pasti mepet, tapi mau gimana lagi. Tetap harus kejar target. Kita tidak bisa menawar, karena sudah dijadwalkan tanggal-tanggal itu pengirimannya,” terangnya.

Dia menambahkan, rentang waktu dari datangnya surat suara ke tahapan pelipatan kurang lebih 2 hari. “Setelah dilipat kemudian dikumpulkan lagi di BLK lalu di masukkan ke dalam kotak suara sesuai dengan peruntukannya,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah meminjamkan tiga lokasi sebagai tempat penyimpanan logistik pemilu pasca gudang yang disewa KPU di Kecamatan Plumbon (PT Yusmou, red) merusak 2.298 kotak suara akibat rembesan hujan dari saluran air di sekitar gudang. (sam)