Jaga Kamtibmas, Polres Cikab Sisir Penjual Miras

Polisi mendapati miras yang disembunyikan oleh pemiliknya di dalam lemari. FOTO: HUMAS POLRS CIKAB FOR RADAR CIREBON
Polisi mendapati miras yang disembunyikan oleh pemiliknya di dalam lemari.FOTO: HUMAS POLRS CIKAB FOR RADAR CIREBON

CIREBON– Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kabupaten (Cikab) menyisir para pedagang minuman keras (miras), Sabtu (14/9). Sebanyak tujuh lokasi didatangi polisi. Hasilnya, puluhan botol miras berbagai jenis berhasil disita sebagai barang bukti.

Kapolres Cirebon Kabupaten (Cikab) AKBP Suhermanto melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Joni menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari cipta kondisi jelang beberapa acara nadran atau pesta laut, baik yang digelar di wilayah Gunungjati maupun di wilayah Gebang, serta Nightrace 2019. “Kita ingin tercipta keamanan dan ketertiban selama kegiatan-kegiatan itu berlangsung dan warga merasa aman dan nyaman,” katanya.

Selama razia, lanjut Joni, pihaknya mendatangi tujuh lokasi warung yang diduga menjual miras. Di antaranya warung milik R di Gebang Kulon, warung milik EB di Desa Gebang Ilir, warung milik W di Desa Gebang, warung k KR di Kelurahan Sumber, warung milik R Kelurahan Sumber, warung milik S di wilayah Pangenan, dan warung milik S di Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang.

Dari warung-warung itu, pihaknya menyita miras pabrikan dan miras-miras tradisional. “Beberapa lokasi kita temukan miras dengan jumlah yang tidak banyak. Total sekitar 26 botol miras pabrikan dari berbagai jenis dan 25 liter miras jenis ciu yang dibungkus dalam botol mineral,” ungkapnya.

Menurut AKP Joni, salah satu pemicu kriminalitas dan kerawanan kamtibmas di Kabupaten Cirebon adalah miras. Pengaruh miras, kata Joni, bisa memicu terjadinya tawuran atau perkelahian masal. Karena itu pihaknya tidak henti-hentinya menggelar azia narkoba dan minuman keras.

“Puluhan botol miras berbagai merk dan puluhan liter miras jenis ciu itu nanti akan kita musnahkan. Sedangkan pedagang miras akan kita panggil dan lakukan pembinaan sekaligus diajukan untuk sidang tipiring di Pengadilan Negeri Sumber. Harapannya supaya ada efek jera,” pungkas Joni. (cep)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait