Jaga Tradisi Bubur Suro

BUBUR-SUROO
JAGA TRADISI: Ibu-ibu Blok Cipadung, Desa Karyamukti, Kecamatan Panyingkiran membuat dan membagikan bubur Suro. FOTO: ANDI AZIS MUHTAROM/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Ibu-ibu RT 06 RW 01, Blok Cipadung, Desa Karyamukti, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, punya kebiasaan mempertahankan tradisi warisan leluhur. Salah satunya dengan membuat dan membagikan bubur Suro di bulan Muharram atau bulan Syuro dalam Kalendar Jawa.

Sekitar 10 kilogram beras disiapkan untuk membuat bubur suro yang rencananya dibagikan kepada warga di lima RT sekitar. Bahan pelengkap seperti ketela, jagung, kacang, bawang, dan daun bawang seledri juga disiapkan. Setiap orang melakukan tugas masing-masing dalam meracik bahan, mengolah dan membumbui, hingga mengemas dan mendistribusikan.

“Tidak ada maksud atau hajat khusus dalam melakukan pembuatan bubur suro ini. Hanya niatan untuk tetap melestarikan tradisi saja. Dari dulu juga di kampung kita ini sudah ada tradisi membuat dan membagikan bubur suro. Kita membuatnya beramai-ramai dan gotong royong, setiap orang mengerjakan tugas dan bagianya masing-masing,” ujar Iyah salah satu warga.

Een menjelaskan, membuat bubur suro ini bahan dan komposisinya sama seperti yang diajarkan leluhurnya, hanya diberikan sedikit tambahan variasi toping, bumbu dan cabai saja agar lebih pedas. Bahan campuranya sendiri, terdiri dari irisan umbi-umbian seperti ketela, dan jenis kacang-kacangan diantaranya, kacang tanah, kedelai, kacang merah, dan irisan jagung.

Sedangkan, untuk topingnya terdiri dari taburan serundeng kelapa, irisan dadar telur, bawang goreng, irisan seledri dan sedikit cabai merah. Setiap porsi bubur Suro didistribusikan dengan piring yang dilapisi lipatan daun pisang, atau lipatan kertas nasi. Karena tekstur bubur Suro buatan ibu-ibu kali ini tidak terlalu basah/encer sehingga tidak mudah tumpah.

“Alhamdulillah sebelum siang bubur Suro sudah diantarkan ke rumah-rumah untuk 5 RT di blok Cipadung ini, hari ini mungkin baru di sini. Mungkin besok atau lusa masih ada ibu-ibu yang lain yang juga akan membuat buburnya,” imbuhya. (azs)

Berita Terkait