Jalan atau Kubangan? Jalur Pabuaran-Ciledug Belum Diperbaiki

Kondisi jalan di depan Pasar Sayur Pabuaran rusak berat. Kondisi jalan kabupaten tersebut sudah beberapa bulan rusak dan sulit untuk dilewati. Foto: Andri Wiguna/Radar Cirebon

CIREBON – Kondisi jalan penghubung Pabuaran-Ciledug, tepatnya di depan Pasar Sayur Pabuaran rusak berat. Kondisi tersebut sudah berlangsung berbulan-bulan. Situasi bertambah buruk tatkala dijadikan lintasan kendaraan-kendaraan besar seperti bus dan truk galian.

Sehingga, lubang yang tadinya kecil terus melebar. Kini, lubang hampir menutup jalan. Ditambah lagi, seringnya hujan membuat jalan seperti kolam ikan.Pengguna jalan yang melintasi terpaksa menepi dan merebut hak pejalan kaki.

Sebab, kendaraan tidak bisa melaju di tengah kubangan, kecuali kendaraan besar. “Sebelum tahun baru 2018, hanya lubang kecil. Sekarang lubangnya tambah besar dan banyak. Malah bukan lubang lagi, ini kubangan namanya,” kata Riyanto, salah satu warga sekitar.

Meski belum diperbaiki, sudah ada material yang ditaruh oleh dinas terkait di tengah kubangan. Tapi sampai sekarang belum kunjung dikerjakan. Sehingga, warga kesulitan untuk melintas.

“Materialnya hanya ditaruh di tengah jalan. Belum tahu kapan mau diperbaiki. Kalau belum jelas jadwal perbaikannya, mestinya material ditaruh di pinggir jalan saja. Terlebih, ini musim hujan. Kalau perbaikan ya tidak mungkin maksimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Pemeliharaan Jalan pada Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, Tetty Meirawati ST mengatakan, ada beberapa bidang terkait penanganan kondisi jalan.

“Jika rusaknya berat, itu berarti ada di Bidang Peningkatan Jalan. Kalau rusaknya ringan, berarti itu bagian saya. Ada di Bidang Pemerliharaan Jalan,” tuturnya saat ditemui di sela pertemuan lintas sektoral persiapan pembukaan Gate Tol Ciledug.

Ditambahkannya, untuk pemerliharaan jalan di Kabupaten Cirebon, tahun ini dianggarkan sekitar Rp19 miliar. Untuk pemeliharaan rutinnya sekitar Rp10 miliar. “Kalau untuk pemeliharaan jalan, idealnya di bawah 5 persen kerusakaan. Kita tangani semampu dan sebisa kita. Yang penting jalan tidak putus dan masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan perawatan jalan, ada beberapa ketentuan dan prosedur yang harus dilakukan. Termasuk melihat status jalan dan pengajuan, serta pengusulannya. (dri)