Jalan Desa Kejiwan Rusak, Anggota DPR Geram, Minta Kontraktor Lakukan Perbaikan

Jalan di Desa Kejiwan Kecamatan Susukan rusak berat ditinggal kontraktor pelaksana revitalisasi sungai yang pernah berjanji memperbaiki jalan penghubung dua kecamatan tersebut. FOTO:ADE GUSTIANA / RADAR CIREBON
Jalan di Desa Kejiwan Kecamatan Susukan rusak berat ditinggal kontraktor pelaksana revitalisasi sungai yang pernah berjanji memperbaiki jalan penghubung dua kecamatan tersebut.FOTO:ADE GUSTIANA / RADAR CIREBON

CIREBON-Jalan rusak mirip kubangan di Desa Kejiwan Kecamatan Susukan, banyak medapatkan perhatian. Mereka menyayangkan kondisi yang ada. Diketahui, jalan tersebut rusak karena lalulalang alat berat ketika melakukan revitalisasi sungai dekat jalan itu.

Perhatian itu juga yang ditunjukkan Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umarhadi. Yoseph mengunjungi dan meninjau secara langsung kondisi jalan penghubung Desa Kejiwan dengan Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon yang rusak. Yoseph didampingi Kepala Desa Kejiwan Sumanta dan Kepala Desa Luwung Kencana Idris.

Dalam kesempatan kunjungannya, Yoseph menuturkan, kontraktor pelaksana yaitu Wijaya Karya, ketika melakukan sosialisasi pra pembangunan atau revitalisasi, pernah menjanjikan kepada masyarakat bahwa jalan yang dilalui alat berat ketika itu, akan segera diperbaiki. Namun hingga kini, janji kontraktor pelaksana belum dipenuhi.

“Atas permintaan para kepala desa, dimana ketika kontraktor membangun sungai ini, mereka menggunakan jalan-jalan sepanjang sungai. Mohon dengan hormat kepada Bapak Menteri dan Direktorat Jendral Sumber Daya Air untuk mengingatkan kembali kontraktor yang ketika sosialisasi pernah berjanji kepada masyarakat, bahwa setelah pembangunan selesai, maka akan segera diperbaiki jalan-jalan yang mereka (kontraktor, red) lalui,” paparnya, beberapa waktu kemarin.

Menurutnya, kondisi jalan yang ada sudah sangat parah. Dirinya sebagai anggota DPR RI yang mewakili masyarakat Cirebon dan Indramayu, terutama kecamatan Susukan, meminta kontraktor pelaksana untuk segera memperbaiki jalan tersebut seperti yang di inginkan masyarakat.

“Mereka (masyarakat, red) menghendaki supaya dilakukan betonisasi. Saya selaku Anggota Komisi V yang memang bermitra dengan Kementerian PUPR, terutama yang juga mengawasi pelaksanaan pembangunan ini, agar jalan sepanjang jalan ini yang merupakan jalan strategis dan merupakan jalan inspeksi, kenapa itu tidak diperbaiki,” sesalnya.

Dikatakan Yoseph, jalan yang buruk akan mempengaruhi hasil pertanian di sekitarnya. Menurutnya, jika jalan jelek atau rusak, maka harga-harga hasil pertanian akan turun bahkan anjlok.

“Seandainya (kontraktor, red) Wijaya Karya tetap tidak mau, maka saya minta dialokasikan anggaran dari pembanguna itu agar sebagian di alihkan untuk perbaikan jalan, supaya jalan yang hancur bisa diperbaiki,” jelasnya.

Senada disampaikan Kepala Desa Kejiwan, Sumanta. Dirinya sangat berharap jalan di desanya segera di perbaiki. Lebih lanjut, dikatakan Sumanta, dirinya sering mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait jalan yang tidak kunjung mendapatkan penanganan tersebut. Karena tidak kunjung diperbaiki oleh kontraktor, dirinya sudah mengusulkan perbaikan jalan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon. (ade)